Madura United Daftarkan Stadion Gelora Delta demi Lisensi AFC

Madura United berupaya mendapatkan lisensi AFC untuk kali ketiga. Mereka hampir memenuhi lima aspek untuk mendapat lisensi tersebut, yaitu pembinaan usia dini, infrastruktur, manajemen klub, legalitas, dan finasial.

Mereka tinggal memenuhi aspek insfrastrukur. Sebelumnya, klub berjulukan Laskar Sape Kerap itu mengajukan Stadion Gelora Madura, Pamekasan, sebagai markas verifikasi. Namun, mereka melakukan perubahan dengan mendaftarkan Stadion Gelora Delta, Sidoarjo.

Penyebabnya, Stadion Gelora Madura masih memiliki banyak kekurangan yang perlu dibenahi. Proses untuk melakukan pembenahan itu juga diprediksi bakal memakan waktu lebih lama sehingga diganti stadion lain. Selain itu, perlu jumlah minimum single seat di tribune.

“Stadion Gelora Madura sebenarnya banyak aspek yang lolos, Tapi, hal tersulit untuk bisa dipenuhi adalah rencana evakuasi di sekeliling stadion. Itu salah satu rekomendasi dari proses pendampingan PSSI beberapa waktu lalu,” kata Rosid Mardani, sekretaris Madura United.

“Untuk pemenuhan itu sangat sulit bisa dilakukan dalam waktu cepat di tahun ini. Untuk single seat jumlah minimalnya 5000. Kalau ini (single seat) sebenarnya bisa dipenuhi secepatnya. Yang sulit adalah untuk evacuation plan,” imbuhnya.

Rosid menyebut bahwa pengajuan Gelora Delta sebagai markas Madura United sudah diterima oleh PSSI maupaun AFC. Namun, ada beberapa hal yang masih perlu diperhatikan lagi.

“Sudah disetujui untuk penggunaan Gelora Delta. Tinggal bagaimana LOC sebagai pelaksana pertandingan melakukan simulasi menggelar pertandingan di stadion tersebut. Nanti masih akan dibahas secara matang dengan manajemen lainnya dan juga LOC,” ucap Rosid.

Madura United sebelumnya lolos dalam verifikasi lisensi AFC dalam dua tahun berturut-turut sejak 2017. Dengan mendaftarkan Gelora Delta, mereka akan bertanding di Sidoarjo jika musim depan berkesempatan tampil di kompetisi Asia.