Jadi Mahasiswa Kampus Ternama, Pemain Muda Arema Ubah Penampilan

Pemain sayap Titan Bagus Fawazzi tercatat sebagai pemain termuda Arema, masih berusia 18 tahun. Meski belum dapat kesempatan bermain di Liga 1, ada sisi unik dari pemain asal Kabupaten Malang tersebut.

Beberapa bulan lalu dia tercatat sebagai mahasiswa kampus ternama di Malang, Universitas Brawijaya Malang (UB). Padahal selama ini tidak ada pemain Arema yang menempuh pendidikan sarjana di sana.

Selain harus melewati ujian ketat dan bersaing dengan sederet siswa cerdas, mahasiswa akan sulit meminta izin untuk absen saat kuliah. Alhasil, jarang atlet profesional yang kuliah di sana.

“Saya mendaftar dan tes masuk UB ketika masih belum resmi jadi pemain di tim senior. Waktu itu hanya ikut latihan saja. Tapi sekarang Alhamdulillah diterima di UB. Selama ini tidak ada masalah antara sepak bola dengan kuliah,” kata mantan pemain Bhayangkara FC U-19 tersebut, Sabtu (31/8/2019).

Tapi, dia mengaku ada kalanya dia harus meminta izin pulang lebih awal dari kampus karena jadwal latihan Arema biasanya dimulai agak siang, pukul 14.30.

“Ada kuliah saya yang selesai pukl 14.30. Tapi waktu saya minta izin pulang lebih awal untuk mengejar latihan dimudahkan. Karena kalau disuruh memilih, tentu ingin memprioritaskan sepak bola,” katanya.

Meski memprioritaskan sepak bola, aktivitas kesehariannya lebih banyak di Kampus UB ketimbang lapangan. Di Arema dia hanya dua jam untuk latihan sore. Sedangkan pagi hingga siang dia mengikuti pelajaran di kampus.

Sepak Bola Sekaligus Kuliah

Perubahan yang paling mencolok setelah dia tercatat sebagai mahasiswa UB adalah potongan ramputnya yang cepak seperti anggota militer.

Sesuai aturan kampus, mahasiswa baru jurusan Teknik Elektro selama satu semester harus berpenampilan rapi dan rambut cepak. “Sepertinya satu semester begini terus (potongan rambut),” lanjutnya.

Di lingkungan kampus, Titan mengatakan tidak banyak yang mengenalnya sebagai pemain Arema. Maklum, dia belum dapat kesempatan bermain di ajang resmi. Tapi dia jadi salah satu pemain sayap potensial. Untuk memberi kesempatan bermain, dia diperbantukan ke Arema U-20 yang sekarang sedang berkompetisi.

“Kemarin sempat izin satu hari ketika main untuk Arema U-20. Tidak masalah, saya berusaha bisa menjalankan sepak bola sekaligus kuliah,” katanya.