Madura United Terapkan Kebijakan Ketat untuk Ubah Kebiasaan Pemain

Madura United mulai menetapkan kebijakan larangan agar pemain tidak meninggalkan Pamekasan seusai pertandingan.

Pemain Madura United dilarang meninggalkan wilayah Pamekasan, Madura, hingga kompetisi putaran pertama Liga 1 2019 selesai.

Hal ini diberikan setelah Madura United gagal meraih kemenangan pada empat laga sebelumnya.

Kebijakan larangan meninggalkan wilayah Pamekasan akhirnya membuahkan hasil ketika Madura United berhasil menang 3-0 atas PSIS Semarang.

Kemenangan ini membuat Madura United menempati posisi ketiga klasemen sementara Liga 1 2019 dengan 26 poin.

Meski meraih kemenangan, aturan ketat yang diberikan oleh manajemen klub kepada pemain tetap masih berlaku.

Dikutip BolaSport.com dari laman Kompas, Senin (26/8/2019), selama ini pemain Madura United memang biasa langsung meninggalkan Pamekasan dan kembali ke mess yang ada di Bangkalan seusai pertandingan.

Beberapa pemain asing juga diizinkan kembali ke rumah yang disediakan oleh manajemen di Surabaya.

Namun karena hasil buruk yang diraih Madura United pada laga sebelumnya membuat manajemen klub membuat kebijakan ketat untuk pemain.

Manajemen dan tim pelatih sepakat melarang pemain Madura United keluar dari Pamekasan hingga putaran pertama Liga 1 2019 berakhir.

Kabar ini pun langsung dibenarkan oleh Rasiman sebagai pelatih Madura United yang menggantikan peran Dejan Antonic yang mundur.

“Anak-anak akan dikumpulkan di Pamekasan cukup lama hingga putaran pertama berakhir, biasanya kalau selesai pertandingan pulang pergi ke Pamekasan,” ujar Rasiman.

“Sekarang saya meminta pemain tidak memikirkan posisi klasemen dan berusaha fokus ke permainan terlebih dahulu,” kaa Rasiman.