Arema Anggap Biasa Kritikan yang Mengarah ke Alfin Tuasalamony

Bek sayap Arema, Alfin Tuasalamony, jadi pemain yang paling banyak mendapatkan kritikan akhir pekan ini. Hal itu merupakan buntut kekalahan 1-2 dari Bali United di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar (24/8/2019).

Dua gol yang dicetak tuan rumah bermula dari umpan silang di sektor bek kiri yang ditempatinya. Selain itu beberapa pertandingan terakhir, mantan pemain Sriwijaya FC itu juga tidak dalam performa terbaiknya.

Asisten pelatih Arema, Kuncoro, menganggap hal ini sudah biasa. Pemain harus siap menghadapi itu jika sudah bermain di tim berjulukan Singo Edan ini.

“Di Arema hal biasa dapat kritik dari suporter. Karena itu, setiap pemain harus menjaga kondisi agar bisa tampil bagus di setiap pertandingan. Tapi, Alfin sebenarnya sudah berusaha menemukan permainan terbaik setelah cedera beberapa waktu lalu. Sekarang sedang proses,” jelas Kuncoro.

Alfin sempat beberapa kali cedera dan kehilangan posisi sebagai bek kanan. Agil Munawar yang kini justru banyak dipuji saat bermain di posisi kanan.

Alfin sekarang diposisikan sebagai pengganti Ahmad Alfarizi, yang masih menjalani pemulihan cedera tumit. Jika Alfarizi sudah kembali, Alfin bisa saja tergeser.

“Pergantian pemain inti dalam kompetisi itu hal biasa karena ada kalanya pemain absen karena cedera atau akumulasi kartu. Di situ kesempatan bagi pengganti. Intinya, pemain Arema juga harus bersaing dalam latihan,” sambung Kuncoro.

Arema sempat mengalami krisis bek sayap. Beberapa waktu lalu hanya Agil dan Alfin yang bisa bermain, sedangkan Alfarizi dan Ricky Ohorella menepi lantaran cedera.

Tetapi, ada sisi positifnya ketika banyak pemain absen di posisi itu. Arema menemukan potensi pemain lain untuk bermain di sebagai bek sayap seperti Nasir dan Ridwan Tawainella. Padahal, dua pemain itu berposisi sebagai winger yang lebih banyak membantu serangan.