Persib U-16 Kunci Tiket 8 Besar, Permainan Maung Ngora Agak Macet Tanpa Trio Timnas U-15

Persib U-16 terus menampilkan performa gemilang di Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-16 2019. Dua pertandingan berhasil dilahap dengan kemenangan oleh Maung Ngora -julukan Persib- atas Bhayangkara FC dengan skor sama 1-0 (double games) pada Sabtu dan Minggu (24-25 Agustus) di Stadion Sport Jabar, Arcamanik, Bandung.

Tambahan enam angka itu menjadikan Persib meraih 44 poin dan memastikan Maung Ngora jadi tim pertama di Grup B yang lolos babak 8 besar. Posisinya tidak mungkin lagi tergeser, sekalipun ada berbagai kejutan di Grup B yang masih meninggalkan satu pertandingan.

“Hasil dua kali menang ini sudah cukup bagi kami untuk lolos ke babak 8 besar. Kalaupun ada kejutan di hasil pertandingan lainnya, peringkat tiga terbaik pasti milik kami. Target awal lolos fase grup tercapai,” kata Imam Nurjaman, pelatih Persib U-16.

“Laga ini memang cukup berat. Rival juga seimbang. Kami harus kerja ekstra keras untuk memenangkan pertandingan. Kemenangan inipun jadi modal kami untuk menatap laga selanjutnya. Kami ingin terus mempertahankan tren positif, meski tim sudah pasti lolos babak 8 besar,” pemain Persib U-16 Rizky Ardiansyah menimpali.

Tapi pekerjaan rumah Maung Ngora makin bertumpuk. Imam mesti bisa mencari cara terbaik memunculkan kehebatan timnya. Terutama saat kehilangan tiga pilarnya ke timnas Indonesia U-15. Permainan Persib langsung macet tanpa servis Muhammad Veleron, Dimas Juliono Pamungkas, dan Diandra Diaz Dewari yang absen karena tugas negara.

Itu bisa dilihat dari distribusi gol Persib atas Bhayangkara. Mendapat dukungan penuh publiknya, gol yang dihasilkan sangat minim. Double games yang dimainkan hanya menang 1-0. Bahkan di laga kedua, gol semata wayang diciptakan Satri Febrian, alumni Liga TopSkor Bandung, lahir di injury time. Tepatnya di menit 60+1.

Anak-anak Bandung sangat kesulitan membongkar jaring lawannya. Terutama saat rival bermain defensif. Dan mencoba memainkan counter attack. Kreativitas anak-anak Bandung tidak muncul. Serangan yang dilakukan cenderung monoton.

“Jujur tanpa Veleron, , dan Diandra yang dipanggil timnas U-15, daya serang kita sangat berkurang. Berpengaruh besar pada ketajaman menjebol gawang lawan. Karena penggantinya belum sepadan dengan ketiganya,” ucap Imam.

Sedangkan, Bhayangkara tidak berkecil hati dengan hasil ini. Pasalnya, peluang lolos fase grup tetap terbuka, meski jalannya tetap berliku. Evaluasi pasti akan dilakukan untuk mengubah performa tim di laga-laga berikutnya. Agar di laga terakhir melawan Barito Putera dapat meraih hasil maksimal.

“Hasil dua laga di Bandung melawan Persib memang kurang memuaskan. Di luar ekspektasi kami. Karena target kami di sini mencuri angka. Tapi saya mengapresiasi upaya pemain untuk memberikan hasil terbaik. Mereka sudah tampil maksimal. Hanya konsentrasi saja yang jadi masalah hingga kami kebobolan di dua laga yang dimainkan,” ucap asisten pelatih Bhayangkara FC, Afif Prasetyawan.*DANI WIHARA