Komentar Milomir Seslija Setelah Arema Jadi Korban Keganasan Bali United

Arema FC gagal mendapatkan poin di markas Bali United dalam lanjutan Shopee Liga 1 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (24/8/2019). Tim Singo Edan menyerah 1-2 dalam laga pekan ke-16 itu.

Arema kecolongan gol Willian Pacecho pada menit ke-27. Mereka sempat membalas dengan gol indah Makan Konate pada menit ke-44.

Namun pada babak kedua, kiper Arema, Kurniawan Kartika Ajie harus memungut bola untuk kali kedua dari gawangnya pada menit ke-57. Bola tandukan Ilija Spasojevic yang meluncur ke tiang jauh tak bisa diantisipasinya.

Pelatih Arema, Milomir Seslija mengakui timnya kurang beruntung. Mereka sudah memberikan perlawanan terutama pada babak kedua.

“Saya pikir ini pertandingan yang bagus. Momen dimana dua tim terbaik di Liga 1 bertemu. Setelah kemasukan, kami berhasil membalas. Tapi ada beberapa kesalahan umpan yang dilakukan pemain kami. Inilah pertandingan, hasilnya kadang tidak sesuai harapan,” kata pelatih asal Bosnia ini.

Dua gol Bali United sebenarnya tercipta lewat proses yang mirip. Dari umpan crossing dan bola disambut dengan tandukan yang menaklukkan Kartika Ajie.

Arema FC mengakui jika itu merupakan salah satu kelebihan Bali United. “Pada babak kedua kami bermain bagus dan sempat menguasai permainan. Tapi, Bali United juga bermain bagus dengan umpan lambung dan membuat dua gol. Sekali lagi kami kurang beruntung malam ini,” jelasnya.

Kekalahan ini membuat Arema FC gagal memutus dua rekor Bali United. Justru, Arema jadi korban kedelapan yang dikalahkan secara beruntun oleh tim berjulukan Serdadu Tridatu tersebut.

Rekor lainnya, Bali United melanjutkan sapu bersih laga kandangnya musim ini. Kemenangan ini juga membuat Bali United kukuh di puncak klasemen dengan 37 poin.

Sedangkan Arema memperpanjang rekor buruk saat main di kandang lawan. Mereka baru memetik empat poin dari tujuh pertandingan di kandang lawan. Ini jadi bahan evaluasi penting jika mereka ingin bersaing di papan atas.

Pada laga tandang, Arema sulit mengeluarkan performa terbaiknya. Singo Edan masih beruntung karena Bali United tidak bisa menuntaskan banyak peluang emas yang dimiliki. Terutama dari striker asal Belanda, Melvin Platje.