Catatan Mario Gomez Setelah Borneo FC Tak Terkalahkan dalam 10 Laga Shopee Liga 1 2019

Kemenangan 1-0 atas Semen Padang dalam laga pekan ke-16 Shopee Liga 1 2019 di Stadion Segiri Samarinda, Sabtu (24/8/2019), tak hanya membawa Borneo FC meraup poin penuh.

Kemenangan yang ditentukan lewat gol Renan Silva itu juga membawa Borneo FC mencatatkan statistik luar biasa, yakni tak terkalahkan dalam 11 pertandingan terakhir, 10 di antaranya terjadi di Liga 1 2019.

Dari 10 pertandingan itu, perinciannya, Borneo FC membukukan lima kemenangan dan lima hasil imbang.

Kali terakhir Borneo FC menelan kekalahan terjadi pada 29 Juni 2019, saat takluk 1-2 dari Persija Jakarta di ajang Piala Indonesia 2018. Sementara di Liga 1 2019, kekalahan terakhir tim asuhan pelatih Mario Gomez ini terjadi ketika dibekuk Persebaya Surabaya, juga dengan skor 1-2 (23/6/2019).

Hebatnya lagi, tujuh dalam 10 laga terakhir di Liga 1 2019 tersebut, Borneo FC tampil tanpa dua pemain asing mereka, Matias Conti dan Jan Lammers.

Namun, Borneo FC masih tetap bisa mengandalkan Renan Silva serta Javlon Guseynov.

Setelah pertandingan kontra Semen Padang, pelatih Borneo FC, Mario Gomez, membeberkan beberapa hal.

“Satu hal yang terpenting adalah kemenangan. Tentu saja penting karena kami mendapatkan tiga poin. Kadang-kadang kami bermain sangat baik, kadang bermain baik, kadang bermain kurang baik,” ujarnya seperti dikutip dari situs resmi klub.

Hal lain, ia mengapresiasi kinerja pemain lokal dalam tim asuhannya.

“Yang lebih penting adalah menang, karena sekarang kami lalui 10 pertandingan dan tidak kalah. Dalam tujuh laga terakhir, kami bermain tanpa dua pemain utama, Matias dan Jan. Kemudian pemain tentu saja mulai bekerja lebih keras. Tentu masih ada Javlon dan Renan serta pemain lokal. Saya sangat bangga kepada mereka,” jelas pelatih asal Argentina itu.

Bicara kontribusi pemain lokal, ketika Borneo FC membukukan catatan tak terkalahkan dalam 10 laga dengan menekuk Semen Padang, bukan sang pencetak gol tunggal, Renan Silva, yang menjadi sorotan, melainkan M. Sihran.

Pemain berusia 20 tahun itu tampil lincah dan berani menusuk pertahanan lawan, menyuplai bola-bola yang dibutuhkan kepada Renan, Lerby Eliandry, hingga Ulul Azmi.

Penampilannya dalam laga kali ini membuatnya layak diganjar status Man of The Match. Namun, ia memilih tetap rendah hati.

“Saya bersyukur karena kami bisa mengambil poin penuh di kandang. Kami mungkin sedikit kelelahan di babak kedua, tapi Alhamdullilah kami sudah bekerja keras,” kata Sihran.