Tampil di Lamongan, Tira Persikabo Belajar dari Kekalahan Bali United

Persela Lamongan kembali menghadapi tim papan atas yang berstatus klub raksasa. Yaitu, melawan Tira Persikabo, Minggu (25/8) di Stadion Surajaya Lamongan. Pada klasemen sementara Liga 1 2019 jarak kedua klub ini ibarat bumi dan langit.

Tira Persikabo di posisi kedua dengan koleksi 32 poin, sementara Persela peringkat kedua dari bawah. Ada selisih 20 poin membentang di antara kedua tim. Meski demikian jauhnya jarak yang memisahkan ini bukan jaminan Tira Persikabo bakal superior.

Sebab sebelumnya Bali United merasakan pulang dengan tangan kosong saat melawat ke Lamongan. Pelatih Tira Persikabo Rahmad Darmawan menyadari betul potensi ancaman dari Persela. “Persela ketika bertanding di kandang susah dikalahkan. Mereka biasa main ngeyel dan agresif,” ujarnya, Jumat (23/8).

Menurut RD, sapaannya, Persela ulet di kandang karena faktor dukungan suporter fanatik LA Mania. Selain itu dibawah pelatih baru Nilmaizar, RD menganggap ada kemajuan dalam tubuh Laskar Joko Tingkir. Yaitu, memadukan pemain muda dan asing.

“Persela sejak awal kan memang didominasi pemain muda,” katanya. RD menyebut beberapa pemain muda potensial diprediksi bakal menyulitkan timnya. “Seperti Sugeng Effendi dan Hambali Tolib. Belum lagi pemain asingnya seperti Kei Hirose dan Rafinha yang biasa menerapkan permainan high press,” katanya.

Sebab itu pada pertandingan ini RD tidak menargetkan banyak. Bisa mendapatkan poin saja sudah dianggap cukup. “Apalagi mereka sudah lama tidak menang. Pasti sangat termotivasi,” ujarnya.

Terakhir Persela takluk 0-2 dari Semen Padang. “Kami coba lupakan pengalaman jelek di Padang dan kami kembalikan aura positif untuk menghadapi pertandingan menghadapi Tira Persikabo. Kami ingin meraih kemenangan terakhir di kandang pada putaran pertama ini untuk mendongkrak posisi,” kata Nilmaizar, pelatih Persela.*M Bahrul Marzuki