Menerka Formasi Mengerikan Persebaya Surabaya di Bawah Komando Alfred Riedl

Persebaya Surabaya sepertinya akan memiliki skema baru dalam permainannya bersama sang pelatih anyar, Alfred Riedl.

Sebuah kabar menghebohkan pada hari Jumat (23/08/19) kemarin, tiba-tiba datang dari klub Liga 1 2019, Persebaya Surabaya. Melalui akun Instagram resmi klub, Persebaya Surabaya mengumumkan bahwa pihak klub telah menjalin kesepakatan dengan pelatih asal Austria, Alfred Riedl.

“Untuk PT. Persebaya, pihak manajemen, dan khususnya suporter, saya akan datang ke Surabaya dalam tiga hingga empat pekan ke depan. Sampai jumpa di Jawa Timur,” ucap Riedl dalam klip singkat unggahan Persebaya Surabaya.

Melihat unggahan tersebut, dapat disimpulkan kalau Riedl ke depannya akan menjadi sosok yang mengarsiteki skuat Bajul Ijo. Riedl bakal meneruskan perjuangan Djajang Nurdjaman yang sebelumnya telah didepak manajemen Persebaya Surabaya.

Berkaca dari rekam jejak karier kepelatihannya, Riedl punya reputasi cukup apik. Pada tahun 2010 silam, Riel mampu mengantarkan Timnas Indonesia tampil luar biasa dan melenggang hingga ke partai final Piala AFF.

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana kira-kira formasi yang akan diterapkan Persebaya Surabaya di bawah komando Riedl nanti? Redaksi berita olahraga INDOSPORT coba membuat perkiraannya ke dalam ulasan berikut.

Persebaya Surabaya di gelaran Liga 1 2019 kerap kali memakai skema 4-3-3. Berdasarkan data dari situs Transfermarkt, setidaknya skema tersebut telah dipakai dalam 10 pertandingan terakhir Persebaya Surabaya.

Bila telah resmi menjabat nanti, Alfred Riedl sepertinya tak akan terlalu jauh mengubah skema yang selama ini diterapkan Persebaya Surabaya. Bedanya, mungkin Alfred Riedl lebih mengedapankan taktik yang mengutamakan keseimbangan permainan, yakni 4-2-3-1.

Jelang Lawan Udinese, Marco Giampaolo Beri Tugas Penting ke AC Milan
Sosok Riedl sendiri telah terbiasa menerapkan skema 4-2-3-1 semasa dirinya masih melatih Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2016 lalu. Berkat skema tersebut, Riedl mampu mengantarkan Skuat Garuda meraih titel runner-up kompetisi, setelah kalah dari Thailand di partai final.

Melihat komposisi skuat yang ada, formasi 4-2-3-1 ala Riedl sepertinya bakal membuat Persebaya Surabaya mengorbankan salah satu penyerang asingnya. Riedl mau tidak mau harus memilih Amido Balde atau David da Silva yang akan ditempatkan sebagai juru gedor utama.

Namun ada sebuah opsi menarik yang dapat diambil oleh Riedl. David da Silva bisa ditempatkan sebagai penyerang lubang di belakang Amido Balde, dan mungkin ini bakal makin meningkatkan ketajaman lini depan Bajul Ijo. 

Barisan lini belakang, Hansamu Yama yang pernah bekerjasama dengan Riedl di Timnas Indonesia pada Piala AFF 2016 lalu, diyakini bakal jadi andalan utama. Peran Hansamu akan dibantu kematangan sang pemain naturalisasi, Otavio Dutra, dan jiwa kepemimpinan Ruben Sanadi.

Berlanjut ke lini tengah, peran Damian Lizio sepertinya sangat krusial dalam skema 4-2-3-1 racikan Riedl. Damian Lizio kemungkinan jadi sosok yang bertugas sebagai penyambung antara barisan belakang dan para pemain depan.

Peran Lizio masih akan dibantu oleh Rachmat Irianto yang lebih bertindak sebagai gelandang penghancur. Berdasarkan segala penjelasan di atas, kira-kira seperti inilah rupa formasi mengerikan Persebaya Surabaya di bawah komando Riedl.

Persebaya Surabaya 4-2-3-1:

Miswar Saputra; Abu Rizal Maulana, Hansamu Yama, Otavio Dutra, Ruben Sanadi; Rachmat Irianto, Damian Lizio; Irfan Jaya, David da Silva, Osvaldo Haay; Amido Balde.