Persip Pekalongan Cetak Rekor Tak Terkalahkan dan Tak Kebobolan Hingga Laga Ketujuh Liga 3 Jateng

Persip Pekalongan menorehkan rekor tak terkalahkan dan semakin memantapkan langkahnya merajai kelasmen sementara grup 2 Liga 3 Jateng 2019.

Terbaru, Laskar Klong meraih memenangkan saat menghadapi Persibas Banyumas, Rabu (21/8/2019).

Pada laga yang digelar di Stadion Hoegeng Kota Pekalongan, Persip Pekalongan meraih kemenangan 2-0 atas tamunya tersebut.

Gol pertama Persip Pekalongan tercipta dari titik putih pada menit 16.

Rizky yang ditunjuk sebagai algojo tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, dan berhasil membobol gawang Persibas.

Gol kedua dicetak Arsan Makarin di menit akhir babak kedua, hal tersebut membawa Persip memperoleh poin penuh pada laga ke-7.

Kemenangan tersebut membuat Persip Pekalongan hingga kini belum terkalahkan dan tak pernah kebobolan dalam tujuh laga.

Mengantongi 21 poin dan memuncaki grup, Persip Pekalongan tak merasa puas diri.

Pasalnya saat menjamu Persibas Banyumas, permainan anak asuh Lukas Tumbuan di rasa kurang maksimal.

Dalam konferensi press usai menjamu Persibas, Asisten Pelatih Persip Pekalongan Muh Ababil, menjelaskan, hasil pertandingan memuaskan.

“Secara hasil kami dapat unggul 2-0, namun dilihat dari performa kami kurang puas. Karena permainan anak-anak jauh dari biasanya,” jelasnya.

Dilanjutkannya, kesalahan passing serta lambannya pemaian kembali ke posisi menjadi pekerjaan rumah untuk pertandingan lanjutan.

“Banyak kesalahan seperti passing, serta lini tengah yang terlambat kembali ke posisi. Hal tersebut membuat pemain Persibas berulangkali membahayakan gawang,” terangnya.

Ababil menerangkan, permainan tim tamu sangat energik karena semua lini membahayakan terutama ujung tombak.

“Permainan Persibas bagus, mereka banyak menekan walaupun bermain di kandang kami. Ke depan kami akan lakukan evaluasi di semua lini untuk mempersiapkan pertandingan berikutnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Andali Asisten Pelatih Persibas Banyumas, mengatakan mental anak asuhnya down usai kebobolan di babak pertama.

“Menit-menit awal kami bisa menguasai permainan, namun setelah pinalti mental anak-anak down. Persip tim mapam dan pertandingan ini menjadi pembelajaran bagi kami,” imbuhnya. (bud)