6 Fakta di Balik Kepindahan Firza Andika ke PSM Makassar

Bek kiri Timnas Indonesia U-23, Firza Andika, resmi diperkenalkan oleh PSM Makassar sebagai rekrutan pertama jendela transfer putaran kedua musim ini, Senin (19/08/19) lalu.

Pemain berusia 20 tahun ini pun telah mengikuti latihan perdana bersama Pasukan Ramang di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Selasa (20/8/19) kemarin.

“Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada seluruh masyarakat Makassar yang menerima saya dengan baik.”

“Terima kasih juga atas dukungannya. Semoga saya bisa berpengaruh dan membawa PSM lebih baik lagi,” ungkap Firza saat ditemui pasca latihan.

Namun tahukah Anda, terdapat enam fakta di balik kepindahan Firza ke PSM Makassar. Berikut INDOSPORT rangkum untuk Anda.

1. Dipinjam dari Klub Belgia

Firza Andika datang ke PSM Makassar dengan status pinjaman dari klub Belgia, AFC Tubize, sampai akhir musim Shopee Liga 1 2019. Tepatnya pada 31 Desember 2019 mendatang.

“Kontraknya sampai akhir musim ini. Kami punya opsi perpanjangan hingga beberapa musim,” ungkap pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, Selasa (20/8/19).

2. Belum Digaji 6 Bulan

Salah satu faktor yang membuat Firza kembali merumput di Indonesia adalah masalah penunggakan gaji di AFC Tubize selama enam bulan.

Rupanya, bukan pihak klub yang menunggak gaji Firza melainkan perusahaan yang mensponsorinya berkarier di Eropa yakni NorthCliff Indonesia. Perusahaan tersebut tidak membayar hak Firza sejak Januari hingga Juni 2019.

Meski demikian, Firza sendiri masih berstatus sebagai pemain AFC Tubize hingga saat ini.

“Tidak ada masalah (dengan AFC Tubize). Mereka meminjamkan saya ke PSM karena saya sendiri tidak ada putus kontrak,” tutur Firza, Selasa (20/8/19).

3. Visi PSM Makassar dan Peran Asnawi Mangkualam

Visi PSM Makassar di bawah tangan dingin Darije Kalezic yang ingin memberdayakan talenta muda rupanya menjadi alasan lainnya sehingga Firza memilih berlabuh ke klub berlogo kapal pinisi tersebut.

“Agen saya mengatakan kalau PSM memberikan kesempatan bagi pemain muda. Saya pun mengikuti instruksi dari agen,” ungkap Firza.

Selain itu, kedatangan Firza ke Pasukan Ramang tidak lepas dari peran Asnawi Mangkualam. Asnawi merupakan tandem Firza di Timnas Indonesia U-23 mengawal sisi bek sayap.

“Sebelum ke PSM saya mencari informasi dari Asnawi dulu. Katanya pelatih PSM suka dengan muda, makanya saya bergabung ke PSM,” ujar Firza.

4. Tolak 4 Klub
Visi PSM Makassar dan peran Asnawi rupanya sangat ampuh dalam mendatangkan pemain kelahiran 11 Mei 1999 tersebut.

Ihwalnya, Pasukan Ramang belakangan diketahui bersaing dengan empat klub lain untuk mendapatkan jasa Firza Andika.

Keempat klub tersebut yakni Persija Jakarta, Barito Putera, PSS Sleman, dan klub Firza sebelum berkarier di Eropa yakni PSMS Medan.

5. Persaingan Ketat

Firza sepertinya tidak akan mudah mendapatkan menit bermain di PSM Makassar. Pasalnya di posisi bek kiri sudah ada dua nama senior yakni Beny Wahyudi dan Taufik Hidayat.

Bahkan kehadiran dua pemain tersebut membuat Reva Adi Utama yang menjadi pemain inti musim lalu harus hengkang ke Perseru Badak Lampung FC akibat menjadi pilihan ketiga.

Meski demikian, pemain kelahiran Medan tersebut justru sangat antusias menyambut persaingan tersebut. Firza optimistis menembus skuat utama PSM Makassar.

“Bersaing dengan Bang Beny (Wahyudi) itu cukup bagus karena Bang Beny sendiri punya (pengalaman) lebih di timnas. Dia juga pemain senior, saya sangat suka bermain dengan pemain senior,” ucap Firza.

6. Nomor Punggung

Fakta terakhir yakni soal nomor punggung yang akan dikenakan Firza di PSM Makassar. Rupanya, ia akan mengenakan nomor punggung yang sama saat membela Timnas Indonesia U-19 yakni 29.

Musim ini, tidak ada seorangpun pemain PSM Makassar yang mengenakan nomor punggung tersebut. Pemain terakhir yang memakai nomor punggung 29 yakni penyerang asing Sandro pada musim lalu.