Kegemukan, Seftia Hadi Dilepas Persiba

Hanya butuh waktu enam hari, nasib Seftia Hadi diputuskan. Pemain stopper tersebut secara resmi dicoret. Bobot badan yang tak kunjung turun membuatnya harus didepak. Ya, sejak pertama kali tiba di Kota Minyak, praktis bobot badannya meningkat. Beda halnya saat bergabung dengan Persiba Balikpapan musim 2015 lalu di Piala Presiden, justru normal. Bahkan jauh sebelum itu tampil gemilang di beberapa klub. Sebut saja Sriwijaya FC, PSPS Pekan Baru hingga Mitra Kukar. Berkat kepiawaian, dia sempat berseragam timnas U-23 musim 2011.

Pelatih Satia Bagdja Ijatna mengatakan badannya cukup besar dan berangsur tidak turun. Melihat kondisi tersebut, manajemen tidak ingin merekrutnya. Karena putaran kedua membutuhkan pemain siap pakai. “Kami tidak ingin membahas soal kondisi lagi. Semua harus siap dimaksimalkan. Kalau pemain belakang seperti itu pasti bisa main 15 menit saja. Kalau 2×45 menit belum tahu,” jelas Satia Bagdja, Selasa (20/8) kemarin.

Pria kelahiran Jakarta tersebut mengaku inilah susahnya bila mencari pemain di tengah jalan. Tentu bakal sulit mencari pemain yang benar berkualitas. Dicoretnya Seftia, manajemen sudah menggantikannya dengan Ngurah Nanak. “Ngurah Nanak hari ini (kemarin, Red.) sudah berada di Jogja. Dan langsung ikut latihan,” tambahnya. Tak hanya Ngurah Nanak, manajemen masih menunggu kehadiran stopper dari PSS Sleman.

Sejauh ini, lini belakang memang tengah krisis. Praktis hanya menyisakan Imam Mahmudi dan Taufiq Kasrun. Sebab Sahrul Kurniawan belum sembuh di bekap cedera. Ditambah Danie Pratama saat ini mendapat tugas dari kesatuannya.

Di sisi lain, lini belakang salah satu posisi yang paling disoroti. Beberapa gol tercipta akibat kurangnya komunikasi antara penjaga gawang dan pemain belakang. Tentu, kehadiran pemain baru diharap mampu bisa memberikan perubahan. Setidaknya mencatatkan clean sheet. Praktis dari 10 pertandingan dijalani, baru dua kali anak asuhan Satia Bagdja tidak kebobolan. Saat menang tiga gol tanpa balas atas Persis Solo dan Persatu Tuban di kandang sendiri. (ham/san)