Persatu Protes Keras ke PT LIB Terkait Perpindahan Markas Persewar ke Biak

Kepindahan markas Persewar Waropen dari Pasuruan ke Biak memantik reaksi Persatu Tuban. Manajer Persatu, Fahmi Fikroni, mengajukan protes keras ke PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga 2 2019 atas keputusan Persewar ini.

“Kami sangat dirugikan dengan keputusan sepihak yang dikeluarkan PT LIB dengan mengizinkan Persewar pindah homebase ke Biak. Kami menilai PT LIB telah sewenang-wenang mengeluarkan kebijakan tanpa mempertimbangkan kepentingan kompetisi secara luas. PT LIB terkesan menguntungkan satu tim, tapi merugikan banyak tim lain,” ujar Fahmi.

Persatu Tuban harus menanggung kerugian dengan pembengkakan biaya untuk melakoni tandang ke Biak akibat kebijakan itu.

“Dalam rancangan anggaran kami, tak ada alokasi biaya tandang ke Biak karena sejak awal kami alokasi dana tandang ke Pasuruan. Persewar memakai homebase di sana. Padahal, kami sudah booking hotel di Pasuruan. Apalagi biaya ke Biak bisa mencapai Rp200 juta. Lalu kami harus cari dana ke mana untuk biaya terbang ke sana?” keluh Gus Roni, sapaan karib Fahmi Fikroni.

Keputusan ini tak hanya merugikan Persatu Tuban, melainkan juga tim-tim lain, seperti Madura FC, PSIM Yogyakarta, Persis Solo, dan Persik Kediri, yang akan tandang melawan Persewar pada putaran kedua.

“Kami sudah kesulitan mencari dana untuk menghidupi klub, ditambah dengan kebijakan yang tak populer seperti ini. Saya kira klub-klub lain pasti mengeluhkan hal yang sama,” ujar Gus Roni.

Menurut Gus Roni, seharusnya PT LIB lebih bijak dan cermat, ketika memverifikasi sebuah klub. Pada pertemuan manajer klub sebelum kompetisi Liga 2 diputar, tak ada klausul Persewar hanya setengah musim berkandang di Pasuruan.

“PT LIB yang bikin aturan, mereka sendiri yang melanggarnya. Kalau aturan berubah-ubah seperti ini, jelas mengganggu kompetisi. Kalau semua tim bisa pindah homebase seenaknya, mau dibawa ke mana kompetisi ini. Kami, pengelola klub, dituntut profesional. Tapi, PT LIB bagaimana?” ucapnya.

Akibat perpindahan ini jadwal pertandingan Persewar kontra Persatu Tuban pun bergeser satu hari, dari 23 Agustus menjadi 24 Agustus 2019, karena pada 23 Agustus, Stadion Cenderawasih menggelar partai PSBS Biak kontra Persik Kediri.

“Pengunduran jadwal ini juga merugikan kami karena setelah main di Biak, kami akan melawan Sulut United di Manado. Karena mundur sehari, waktu recovery kami pun akan makin minim. Apa PT LIB tak tahu jadwal kami? Aturannya juga jelas, dua tim tak bisa memakai satu stadion yang sama,” jelas Gus Roni.