Suporter PSM Akhirnya Melampiaskan Kekecewaan terhadap Robert Alberts

Selama tiga tahun menangani PSM Makassar, Robert Alberts sempat dianggap ‘dewa’ oleh manajemen dan suporter Juku Eja. Pelatih asal Belanda ini dinilai mampu mengangkat pamor Juku Eja di pentas Liga 1, dengan selalu bertahan di tiga besar pada klasemen akhir.

Malah pada musim lalu, PSM Makassar disebut ‘juara sejati’, kendati hanya berstatus runner-up di Liga 1.

Manejemen PSM kian yakin dengan sentuhan Robert. Mantan pelath Arema Indonesia ini diberi wewenang penuh untuk menentukan materi pemain menghadapi Liga 1 2019.

Namun, setelah bayangan tim terbentuk, Robert tiba-tiba mengajukan permohonon mundur dengan alasan sakit. Dan seperti diketahui bersama, beberapa bulan kemudian, Robert diumumkan secara resmi sebagai pelatih Persib Bandung.

Keputusan Robert ini mengundang reaksi dari PSM. CEO PSM, Munafri Arifuddin, misalnya. Adik ipar Sadikin Aksa (pemilik PSM) kepada awak media di Makassar terang-terang mengungkapkan kekecewaannya dengan menyebut Robert menunjukkan tabiat aslinya.

Kalangan suporter PSM Makassar pun tak kalah geram.

“Kami dan manajemen PSM terlalu percaya pada Robert. Seharusnya dia tidak meninggalkan tim yang dia bentuk sendiri,” ujar Erwinsyah, koordinator Komunitas VIP Selatan, satu di antara belasan kelompok suporter PSM yang aktif mendukung tim kesayangan pada laga kandang maupun tandang.

——————–

Sudah Move On

Kekecewaan suporter PSM Makassar ke Robert akhirnya terlampiaskan saat Robert membawa Persib bertandang ke Makassar untuk meladeni PSM pada laga pekan ke-15 Shopee Liga 1 2019 di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin, Minggu (18/8/2019).

Di tribune penonton yang berada tepat di belakang bench Persib, komunitas VIP Selatan menggelar spanduk bertuliskan ‘Sick or Money’ yang ditujukan ke Robert. Selama pertandingan berlangsung, sesekali terdengar yel suporter menghujat Robert.

Puncaknya, ketika wasit Faulur Rosy meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dengan skor 3-1 buat PSM, belasan ribu suporter bernyanyi dengan kalimat ‘Buat apa Robert, buat apa Robert, Robert tidak ada gunanya’.

Suporter PSM betul sudah move on dengan Robert. Apalagi Darije Kalezic, yang menggantikan peran Robert, mampu membawa PSM meraih Piala Indonesia 2018 dengan materi pemain bukan pilihannya sendiri. Karakter permainan PSM bersama Darije pun dinilai lebih aktraktif dibandingkan Robert.