Persik Babak Belur Akibat Sanksi Komdis PSSI

Panpel dan manajemen Persik Kediri sedang mengalami masa pahit pada putaran pertama Liga 2 2019. Ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa tangga.

Mereka tak hanya dijatuhi denda sebesar Rp125 juta, tetapi juga kehilangan sang pelatih Budihardjo Thalib karena empat kali dilarang duduk di bench mendampingi tim berlaga.

Dua pemain, yakni Ibrahim Sanjaya dan Moch. Edo Ferdiansyah, juga harus absen masing-masing dua kali akibat kartu merah yang diterima saat tandang ke kandang Madura FC.

Perinciannya, Panpel Persik Kediri harus membayar denda Rp75 juta untuk dua pelanggaran saat menjamu Persewar pada 14 Juli 2019, yakni adanya pelemparan botol minuman ke lapangan wajib dibayar Rp50 juta dan panpel dinilai gagal memberi rasa nyaman dan aman kepada tim tamu harus ditebus Rp25 juta.

Sedangkan denda senilai Rp50 juta dikenakan kepada manajemen Persik menyusul aksi pemain saat mereka mengerubuti wasit pada partai tandang ke markas Madura FC di Stadion Ahmad Yani Sumenep, 3 Agustus lalu.

“Jika dikalkulasi total denda Rp125 juta dari Komdis itu setara dengan penghasilan kami untuk satu pertandingan kandang di Kediri. Bagi kami, jumlah ini sangat besar. Apalagi kami juga sedang kesulitan mencari sponsor,” kata Widodo Hunter, Ketua Panpel Persik Kediri.

Kerugian juga dialami tim Macan Putih, karena dua pemain mereka dua kali absen menyusul kericuhan dengan pemain Madura FC.

“Kami mengira dua pemain itu hanya absen sekali. Ternyata mereka masing-masing dua kali dilarang main. Ini jelas mengurangi kekuatan kami di awal putaran kedua nanti,” tutur Beny Kurniawan, Manajer Persik.

Ibrahim Sanjaya dan Moch. Edo Ferdiansyah telah menjalani satu kali hukuman saat Persik Kediri melawat ke markas Sulut United (8/8/2019). Jika mereka harus absen sekali lagi, keduanya tak bisa tampil pada laga pembuka putaran kedua di kandang PSBS, 23 Agustus 2019.