Agil Munawar Berusaha Keras Tak Jadi Cadangan Lagi di Arema

Posisi bek kanan Arema kini sudah dipatenkan jadi milik Agil Munawar. Jelang pertandingan melawan Barito Putera di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Senin (19/8/2019), dia masih tetap masuk skuat inti.

Padahal, bek kanan Alfin Tuasalamony sudah bisa bermain pasca menjalani hukuman akumulasi kartu di laga sebelumnya, melawan Persebaya Surabaya (15/8/2019).

Agil kini sudah jadi pemain inti Arema dalam enam pertandingan beruntun. Padahal, dia sempat jadi pilihan terakhir setelah Alfin dan Ricky Ohorella.

Jebolan Diklat Persib itu sekarang bisa menjawab kepercayaan dari pelatih. Agil berhasil naik pangkat dengan memanfaatkan kondisi Alfin dan Ricky, yang sering absen.

“Besok saya akan kembali maksimalkan kesempatan yang diberikan pelatih. Saya berusaha keras agar terus dapat posisi pemain inti,” kata Agil.

Bisa dikatakan Agil sudah melewati ujian sebagai pemain inti Arema.

Enam pertandingan yang sudah dijalani, merupakan laga berat, di antaranya melawan tim besar seperti Madura United (20/7/2019), Bhayangkara FC (26/7/2019), Persib Bandung (30/7/2019), Persija Jakarta (3/8/2019), dan Persebaya. Hal itu berarti sudah banyak pemain level timnas yang dihadapinya.

“Saya dari dulu latihan keras biar saat kesempatan datang, sudah siap. Sekarang saya berusaha agar tidak tergeser pemain lain,” jelas pemain yang pernah memperkuat PS Tira ini.

——————————

Bangkit Setelah Dikritik

Saat pertandingan melawan Barito Putera besok, dia mengaku siap jika harus mengawal pemain gesit seperti Rizky Pora maupun Samsul Arif karena dia dikenal tangguh untuk menghentikan pemain yang punya kecepatan.

“Kalau melihat posisi pemain Barito Putera, sepertinya besok bisa jadi berhadapan dengan Rizky Pora. Saya sudah siap untuk laga ini,” sambung pemain berusia 23 tahun itu.

Pelatih Arema, Milomir Seslija, mengakui Agil berhasil melewati ujian. Pemain asal Bandung itu sempat dapat kritikan ketika Arema menelan kekalahan telak 2-4 di markas Kalteng Putra (7/8/2019). Tetapi, dia bisa memperbaikinya.

“Agil pernah dikritik lawan Kalteng karena dinilai melakukan beberapa kesalahan. Sekarang dia bisa memperbaikinya,” puji Milo.