Rahmad Darmawan dan Seto Nurdiyantoro Saling Berbalas Pujian

Pelatih Tira Persikabo, Rahmad Darmawan, memuji arsitek PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro, menjelang pertemuan kedua tim pada pertandingan pekan ke-15 Shopee Liga 1 2019. Pertandingan tersebut bakal berlangsung di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Senin (19/8/2019).

Tira Persikabo saat ini berada di peringkat kedua dengan 29 poin dari 14 penampilan. PSS becokol di posisi kelima berselisih delapan poin dari tim tuan rumah.

PSS adalah satu-satunya klub promosi di musim ini yang mampu menembus 10 besar klasemen sementara sampai pekan ke-15.

“Yang pasti, karakter PSS di tahun ini luar biasa. Tangan dingin coach Seto mampu meramu dengan baik potensi pemain lokal. Potensi pemain muda dengan kemampuan pemain yang luar biasa dan juga kombinasi yang sangat ideal sekali,” ujar Rahmad pada konferensi pers sebelum pertandingan.

“Saya rasa kami tetap tim yang biasa saja. Semua orang tahu kami ini tim yang berangkat dari mana, tapi kami masih tetap berusaha untuk bisa membangun tim ini agar lebih baik lagi,” ucapnya.

Pelatih yang karib dipanggil RD itu meminta Tira Persikabo untuk bangkit. Pada pekan sebelumnya, Tira Persikabo kalah 1-2 dari Bali United.

“Saya berharap ada peningkatan yang baik saat menghadapi PSS karena bagaimanapun, setelah kami mengalami kekalahan, tentu bagaimana kami harus bisa belajar dari kekalahan tersebut dan itu yang saya harapkan,” tutur RD.

——————-

Seto Puji Balik RD

Seto tidak terbuai dengan pujian Rahmad Darmawan, yang bisa dibilang seniornya dalam dunia kepelatihan. Arsitek tim berusia 45 tahun itu memilih merendah. Seto membalas pujian itu dengan menilai RD berpotensi membawa Tira Persikabo menjuarai Liga 1 219.

“Saya pikir Tira Persikabo kandidat tim juara karena hingga pekan ke-13 lalu, mereka belum pernnah kalah. Saya melihat Tira Persikabo ini sebagai tim buldoser yang tak punya rem. Apa saja diterjang,” imbuh Seto.

“Sekarang kami datang dengan pemain apa adanya. Jika dibandingkan dengan kami, kami ibaratkan butiran debu saja. Tapi, kami mencoba membuat sopir (Tira Persikabo) oleng,” kata Seto.