Pengamanan untuk Persebaya Ketat, Panpel Arema Belajar dari Pengalaman Menjamu Persib

Panitia pelaksana (panpel) pertandingan Arema FC dalam sorotan jelang pertandingan pekan ke-14 Shopee Liga 1 2019 antara Arema dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang, Kamis (15/8/2019). Duel yang diprediksi panas ini membuat kejadian teror yang pernah dialami Persib Bandung di Malang bisa terulang.

Panpel Arema memang mendapatkan sorotan saat menjamu Persib Bandung pada 30 Juli. Ada dua teror yang dilakukan oknum suporter di Malang terhadap tim Persib. Bahkan bus Persib ditembaki kembang api ketika meninggalkan Stadion Kanjuruhan usai melakukan sesi latihan resmi satu hari sebelum pertandingan.

Teror lain yang terjadi saat itu adalah penembakan kembang api di depan hotel Savana, tempat Persib menginap. Tim tamu pun tidak bisa beristirahat dengan nyaman sebelum pertandingan. Awalnya kejadian serupa diprediksi mungkin saja terjadi kepada Persebaya.

“Kami berkaca dari pengalaman menghadapi Persib. Kami mengantisipasi dengan menugaskan keamanan di hotel tempat Persebaya menginap,” ujar ketua panpel Arema, Abdul Haris.

Kebetulan jelang laga ini, Persebaya tidak melakukan sesi jajal lapangan. Mereka memilih persiapan terakhir dengan latihan di Surabaya. Sementara hotel tempat menginap sampai saat ini masih dirahasiakan. Sehingga supporter tidak bisa melakukan teror seperti yang dialami Persib Bandung.

“Selain itu, kami juga menyiapkan rantis dan bus sebagai akomodasi mereka saat pertandingan nanti,” jelas Haris.

Sampai detik ini, masih belum ada insiden yang terjadi. Kabarnya rombongan Persebaya baru tiba di Malang pada malam ini. Untuk masalah keamanan, panpel Arema mengerahkan 1.749 personel gabungan. Jumlah itu lebih banyak ketimbang saat Arema menjamu Persib Bandung yang menggunakan 1.600 personel.

“Sebenarnya sepak bola itu hiburan masyarakat. Tapi, rivalitas kedua tim membuat panpel harus menyiapkan standar pengamanan khusus,” sambung ketua panpel Arema itu.

Arema memiliki pengalaman kurang menyenangkan saat menjamu Persebaya pada Liga 1 2018. Waktu itu Aremania sempat turun ke lapangan saat jeda pertandingan dan mengganggu pemain cadangan Persebaya.

Insiden itu membuat dirijen Aremania Yuli Sumpil dan rekannya, Fandi disanksi seumur hidup tidak boleh memasuki stadion. Arema juga dapat hukuman tanpa penonton hingga akhir musim. Tapi, semua sanksi itu sudah berakhir. Yuli dan Fandi juga mendapatkan pemutihan hukuman.