Paceklik Gol, Mamadou Samassa yang Terburuk di Antara Striker Asing Persipura

Selain banyak melahirkan striker lokal kelas wahid dengan sejarah panjang di sepak bola Indonesia, Persipura Jayapura juga tercatat pernah memiliki sejumlah nama striker-striker asing yang tak kalah tajamnya. Sayangnya, hal tersebut perlahan menghilang dari klub Persipura.

Striker-striker asing yang direkrut belum lagi memberikan kontribusi yang sesuai ekspektasi.

Sejak berakhirnya era Ernest Jeremiah dan Alberto Goncalves ‘Beto’, tak ada lagi striker asing yang setajam keduanya di lini depan Persipura.

Dalam beberapa musim terakhir pun nama-nama striker lokal masih lebih baik dalam memberikan kontribusi bagi Persipura. Seperti sang kapten Boaz Solossa, Titus Bonai dan Feri Pahabol.

Usai memutuskan untuk merekrut striker asal Mali, Mamadou Samassa di awal musim ini, seolah ada angin segar jika lini depan Persipura bakal kembali garang seperti dulu. Pasalnya, jejak rekam Samassa terbilang cukup mentereng, lantaran pernah berkiprah di sejumlah klub eropa seperti Olympique Marseille (Perancis) dan Chievo Verona (Italia).

Namun faktanya, Samassa belum menunjukkan kualitasnya sebagai seorang striker produktif. Dia belum mencetak sebiji gol pun dalam 11 laga yang sudah dimainkan oleh Persipura. Bahkan, eks striker Madura United ini pun baru bermain sebanyak 6 kali.

“Tidak ada latihan khusus untuk Samassa dan pemain asing lainnya, semua pemain mendapatkan porsi latihan yang sama, sebagai pemain tentu semua harus selalu siap,” ujar asisten pelatih Persipura, Ridwan Bauw ketika ditanya soal kondisi Samassa, Senin (12/8/19).

Jadi yang Terburuk
Jika dibandingkan dengan striker-striker asing lainnya yang pernah menghuni lini depan Persipura, apa yang telah dicapai oleh Samassa hingga pekan ke-11 ini terbilang jadi yang terburuk.

Belum mencetak satu gol pun, dan bahkan belum memberikan assist selama mendapatkan kesempatan bermain. Fenomena ini adalah yang pertama kalinya jika melihat jejak rekam striker-striker asing Persipura sebelumnya.

Boakay Eddie Foday yang direkrut Persipura di musim 2013/2014 juga tak banyak berkontribusi bagi timnya. Namun striker asal Liberia ini bisa menciptakan 5 gol dari 16 penampilannya bersama tim Mutiara Hitam.

Berikutnya, rekan senegara Boakay Foday, Edward Junior Wilson malah bisa mencetak gol lebih banyak, dengan jumlah 7 gol dari 15 penampilan. Wilson mencetak gol pertamanya di laga ketiga bersama Persipura. Wilson bahkan ikut mengantarkan Persipura meraih trofi ISC 2016.

Sementara Addison Alves yang datang di tahun 2017 juga mencatatkan jumlah gol yang tak sedikit. Striker asal Brasil ini mencetak gol perdananya di pekan ketujuh. Ia juga mampu mencetak 15 gol dari 30 penampilan di musim debutnya bersama Persipura. Di musim 2018, Addison kembali ke Persipura usai memperkuat Persija Jakarta dan membukukan 5 gol dari 16 penampilan.

Kompatriot Addison, Hilton Moreira juga mencatatkan torehan apik. Ia membuat 11 gol selama bermain sebanyak 29 kali di musim 2018. Sedangkan, satu striker asal Brasil lainnya, Marcel Sacramento mencatatkan 7 gol dari 14 penampilannya hanya dalam paruh pertama Liga 1 2018.

Marcel sendiri hanya membutuhkan dua pekan untuk mencetak gol perdananya.

Sebelumnya, striker asal Brasil bernama Luis Pilar yang direkrut saat kompetisi Liga 1 2019 hendak bergulir justru bisa mencetak 4 gol dalam beberapa laga uji coba. Sayang, yang bersangkutan tak bisa bergabung di kompetisi resmi lantaran terkendala dokumen.

So, akankah Samassa mengakhiri masa paceklik golnya bersama Persipura Jayapura saat menjamu Kalteng Putra, Selasa (13/8/19) besok.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*