Kalah dari Persiraja, PSMS Medan Berang dengan Kepemimpinan Wasit

Skuat PSMS Medan gagal menjaga tren positif mereka dalam mengamankan puncak klasemen sementara Liga 2 2019 wilayah Barat. Pasalnya, mereka takluk atas tuan rumah Persiraja Aceh.

Bermain di Stadion H. Dirmuthala, Banda Aceh, Rabu (14/8/2019) malam, Legimin Raharjo dkk harus takluk 2-0 atas tim berjuluk Laskar Rencong tersebut.

Gol-gol kemenangan Persiraja dicetak di babak kedua lewat Defri Rizki (49′) dan pemain pengganti, Irvan Mofu (75′).

Sementara itu, pelatih PSMS Abdul Rahman Gurning mengaku sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit Candra asal Sumatera Barat yang sangat berpihak ke kubu tuan rumah.

Kabar Pemain Indonesia di Luar Negeri yang Pernah Ikut Seleksi Timnas U-19 2017 (Part 1)

“Karena kalah pasti orang (beranggapan) nyalahin wasit, tapi ini memang kenyataannya seperti itu dan kami kecewa dengan kepemimpinan wasit. Nanti pun dari video kan bisa kita lihat itu,” kata Gurning dalam temu pers usai pertandingan.

Jika terus kepemimpinan wasit selalu berat sebelah, sebut Gurning, kualitas sepak bola Indonesia dari zaman dulu hingga sekarang tidak ada yang berubah. Padahal sepak bola merupakan salah satu poin alat pemersatu bangsa.

“Tapi memang kalau begini sepak bola kita. Ya gini-gini aja terus. Dari zaman saya main sampai sekarang wasit itu masih aja tetap sama (kepemimpinan wasit selalu berat sebelah),” ucapnya.

Bahkan lanjut eks pelatih Persitara Jakarta Utara itu menyebut, sejak dirinya masih menjadi pemain di era tahun ’80-an, setiap bermain di kandang Persiraja perlakuan wasit selalu berat sebelah.

“Saat saya jadi pemain dan sudah beruang kali saya main ke Aceh ini, main bola dengan Persiraja, ya begini juga (tabiat) wasitnya. Akhirnya lihat aja hasilnya seperti ini. Kalau begini terus gak akan maju-maju wasit (Indonesia),” pungkas Gurning.

Sementara pemain sekaligus kapten PSMS, Legimin Raharjo mengatakan, ia dan para pemain sudah berusaha untuk mengimbangi permainan tim tuan rumah. Namun juga menyayangkan kepemimpinan wasit yang berat sebelah.

“Dari pemain, kami sudah berusaha untuk mengimbangi Persiraja. Tapi ada beberapa hal yang memberikan keuntungan kepada Persiraja. Semua bisa lihat,” tutup Legimin.