Arema Resmi Gunakan Apparel Baru Produksi Lokal

Arema FC baru saja memperkenalkan jersey barunya di kantor manajemen klub yang terletak di Jalan Mayjen Panjaitan 42, Kota Malang, Rabu (14/8/2019). Arema kini menggunakan apparel lokal yang bernama Singo Edan Apparel (SEA).

Perkenalan jersey ini sebenarnya sudah tidak lagi mengejutkan karena informasi tentang apparel baru yang diproduksi sendiri sudah bocor sejak bulan lalu. Namun, desain seragam itu memang tetap dinanti karena pemain Arema FC akan menggunakannya dalam derby Jatim melawan Persebaya Surabaya dalam laga pekan ke-14 Shopee Liga 1, Kamis (15/8/2019).

“Sekarang Arema punya apparel sendiri dengan nama Singo Edan Apparel yang disingkat SEA. Ada filosofinya juga. Dalam Bahasa Inggris artinya laut. Yang merupakan warna biru dan luas. Harapannya apparel ini eksis seluas lautan,” kata Media Officer Arema, Sudarmaji.

Saat perkenalan, gelandang Arema, M Rafli jadi perwakilan pemain. Sekilas tidak ada kejutan dari seragam baru itu karena mirip dengan desain sebelumnya dari apparel asal Spanyol, Munich X.

Warna biru untuk jersey utama dan putih di jersey kedua dipadukan dengan gradasi warna biru gelap menjadi pilihan untuk jersey terbaru ini. Namun, gradasi itu hanya bulatan kecil di bagian perut hingga belakang. Sementara hiasan di dada terlihat seperti gambar ombak. Detailnya tentu berbeda. Motif kainnya menyerupai bulu singa. Sementara di bagian bawah ada tulisan slogan Arema musim ini.

Ada sebuah hal unik yang dilakukan Arema, yakni proses pembuatan apparel yang tergolong singkat. Hanya butuh waktu sebulan bagi Singo Edan untuk membuat nama apparel, desain, dan produksi.

“Kalau produksi jersey hanya tiga minggu karena mepetnya waktu. Sementara kami masih memenuhi kebutuhan tim lebih dulu,” kata manajer official store Arema, Tjiptadi Purnomo.

Rencananya, jersey ini baru dijual di store Arema dalam seminggu ke depan. Namun, saat ini belum diputuskan berapa harga resminya.

“Kami hanya menjual satu jenis jersey saja. Harganya tidak beda jauh dengan apparel sebelumnya. Mungkin sekitar 350-400 ribu rupiah,” lanjutnya.

Arema tidak melanjutkan kerja sama dengan Munich X karena ada beberapa item kontrak yang tidak bisa dipenuhi sampai saat ini, terutama untuk kebutuhan tim dan penjualan di store. Atas dasar alasan itu, Arema memutuskan membuat apparel sendiri dalam waktu sebulan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*