Ahmad Nur Hardianto Belum Mendapat Jaminan Jadi Striker Inti Arema

Striker Arema FC, Ahmad Nur Hardianto mulai tajam. Dia berhasil mencetak dua gol dalam dua laga beruntun, yakni ketika Arema melawan Persija Jakarta dan Kalteng Putra.

Meski mencetak gol, Hardianto memang belum bisa memberikan kemenangan untuk Arema. Dalam dua pertandingan itu, Arema meraih hasil imbang kontra Persija dan kalah dari Kalteng Putra.

Itu sebabnya, pelatih Arema, Milomir Seslija, belum memberikan garansi kepadanya untuk jadi pemain inti pada laga selanjutnya. Apalagi, striker utama Sylvano Comvalius diprediksi sudah pulih dari cedera hamstring ketika Arema menjamu Persebaya Surabaya pada 15 Agustus mendatang.

“Hardianto bermain bagus saat dapat kesempatan bermain. Sekarang kami punya opsi lain di lini depan. Karena Comvalius juga sudah bisa bermain kembali,” tegas pelatih asal Bosnia tersebut.

Hardianto punya catatan bagus ketika timnya menghadapi Persebaya saat pramusim. Dia berhasil menjebol gawang tim Bajul Ijo dalam final kedua Piala Presiden 2019 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Namun, Arema pada waktu itu belum diperkuat Comvalius .

Ketika Liga 1 bergulir, Hardianto baru mendapat kesempatan bermain dalam tiga pertandingan terakhir Arema. Dia selalu menggantikan posisi Comvalius yang tidak fit. Dua kali dia jadi pemain pengganti dan sekali jadi pemain inti.

“Hardianto sudah menjalani tiga kali pertadingan dengan Arema FC dan itu laga yang melelahkan. Akan kami lihat seperti apa kondisi semua pemain jelang pertandingan,” lanjut mantan pelatih Persiba Balikpapan ini.

Milo mengakui, jika Comvalius sudah fit, penyerang Belanda itu otomatis kembali dapat posisinya sebagai penyerang utama, walau dari jumlah gol, Comvalius yang sudah bermain 11 kali, hanya unggul 1 gol dari Hardianto.

Comvalius punya nilai lebih. Mantan pemain Bali United tersebut sekarang jadi pemilik assist terbanyak di tim Singo Edan, yakni 5 assist. Artinya, dia bisa memberikan kesempatan pemain lain untuk mencetak gol. Itu sekaligus membuktikan Comvalius bukan sosok pemain yang individualis.