Hampir Rampung, Pemprov Jawa Tengah Kebut Sertifikasi Stadion Jatidiri

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana mengurus proses sertifikasi Stadion Jatidiri supaya segera bisa digunakan untuk aktivitas olahraga, baik sepak bola maupun cabang lainnya.

Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisita (Disporapar) Jawa Tengah berencana menggandeng PSSI untuk mengurus proses sertifikasi pada awal tahun depan.

“Jika belum diakukan sertifikasi, stadion ini tidak bisa digunakan dalam berbagai ajang resmi,” kata Kepala Disporapar Jateng, Sinoeng Rachmadi Nugroho, saat meninjau proses pembangunan Stadion Jatidiri, Jumat (9/8/19).

“Awal tahun 2020 kami dengan pihak PSSI akan segera mengurusnya sehingga stadion Jatidiri selesai dan bisa segera digunakan,” ucap Sinoeng menambahkan.

Sinoeng juga menegaskan bahwa nantinya Stadion Jatidiri hanya bisa digunakan untuk kegiatan olahraga. Acara seperti konser ataupun di luar kegiatan olahraga tidak akan diizinkan demi perawatan stadion yang memiliki sejarah bagi PSIS Semarang ini.

“Sebenarnya boleh, tetapi dengan catatan khusus seperti rumput harus ditutup dan ada perjanjian untuk tidak merusak fasilitas-fasilitas yang ada stadion, seperti kursi dan pernak pernik pendukung,” jelas Sinoeng.

Tahun ini, tingkat kemajuan pembangunan Stadion Jatidiri telah mencapai 80 persen dari total keseluruhan pekerjaan yang dimulai sejak 2016. Tahun depan ditargetkan PSIS akan segera bermarkas di sini.

Belakangan, PSIS Semarang terpaksa minggat sementara dan menggunakan Stadion Moch. Soebroto di Kota Magelang sebagai kandang di kompetisi Shopee Liga 1 2019.