Manajer Persib Minta KPK Usut Aliran Uang Denda Komdis PSSI

Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, tampaknya masih kesal dengan Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Dia bahkan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan mengusut aliran uang denda yang dijatuhkan Komdis PSSI kepada klub-klub.

Sebelumnya, Umuh mendapatkan hukuman Komdis PSSI per 31 Juli. Dia dihukum percobaan larangan masuk stadion selama tiga bulan sampai akhir putaran pertama musim kompetisi tahun 2019.

Selain itu, Persib jua mendapatkan total denda Rp 130 juta buntut dari lima kartu kuning saat melawan PSIS, 21 Juli serta pelemparan botol ke dalam lapangan kontra Bali United, 26 Juli kemarin.

Umuh menyebut kalau uang denda Komdis PSSI kepada para klub tak jelas alirannya. Bahkan dia meminta KPK dan kepolisian turun tangan untuk selidiki aliran dana itu.

“Saya mengharapkan dari kepolisian dan KPK untuk turun tangan, jangan sampai tidak turun, pemerintah harus ikut turun supaya beres,” bilang Umuh dikutip dari Simamaung.

Dia yakin di bawah kepemimpinan Joko Widodo, sepak bola Indonesia lebih baik. Negara, menurutnya harus ikut campur untuk pembenahan sepak bola yang pasti berdampak positif kepada prestasinya.

“Kalau ini (uang denda) benar buat negara, buat mengurus PSSI, Alhamduillah. Tetapi kalau uang denda itu untuk main-main, Allah Maha Tahu. Dari KPK harusnya turun dan kepolisian turun diusut ya ke mana uang itu perputarannya,” papar dia.

Manajer berkumis tebal itu tak cuma menyoroti ke Persib saja. “Klub lain juga juga harus diusut kemana perjalanan uang tersebut. Dari dulu saya tidak mencari keuntungan,” pungkas Umuh.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*