Kata PSSI Soal Banyak Cacat di Penyelenggaraan Piala Indonesia

Piala Indonesia 2018/2019 akhirnya selesai dan menghasilkan PSM Makassar sebagai juaranya. Juku Eja mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 2-0 di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin, Makassar, Selasa 6 Agustus 2019.

Dengan hasil itu, pasukan Darije Kalezic unggul agregat 2-1 karena pada leg 1 mereka hanya kalah 0-1 dari Macan Kemayoran.

Piala Indonesia 2018/2019 merupakan ajang yang pertama kali digelar setelah enam tahun terhenti. Partai pembuka mempertemukan juara bertahan Persibo Bojonegoro melawan Madura United di Stadion Letjen Haji Sudirman, Bojonegoro, 8 Mei 2018.

Kala itu, PSSI selaku penyelenggara menjanjikan Piala Indonesia bakal rampung pada 7 Juli 2019. Akan tetapi, janji itu terpaksa diingkari karena berbagai masalah.

Artinya, hingga 6 Agutus 2019, Piala Indonesia membutuhkan waktu kurang lebih 456 hari. Durasi ini tentunya sangat panjang dan bisa dibilang Piala Indonesia 2018 merupakan turnamen terlama di dunia.

Pada prosesnya, Piala Indonesia berjalan lancar dari babak 128 besar sampai babak 64 besar. Namun, di tengah jalan, atau memasuki babak 32 besar masalah mengadang.

Sejumlah pertandingan banyak yang mengalami penundaan. Pada babak 32 besar contohnya, Piala Indonesia harus ditunda selama satu bulan karena turnamen pramusim, Piala Indonesia.

Penundaan jadwal kembali terjadi di babak 8 Besar yang mempertandingkan Madura United kontra Persebaya. Semula, Derby Suramadu itu bakal digelar 25 April 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya.

Akan tetapi, pihak kepolisian tidak memberikan rekomendasi keamanan karena saat itu personel keamanan masih fokus mengamankan rangkaian Pemilu 2019. Tak sampai di situ, masalah penundaan pertandingan kembali terjadi di partai pamungkas. PSSI memutuskan untuk menunda final leg 2 antara PSM kontra Persija.

Semula pertandingan bakal digelar di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Minggu 28 Juli 2019. Namun, karena serangan yang dilakukan sejumlah suporter PSM kepada Persija, laga akhirnya ditunda.

Menanggapi hal ini, PSSI mengakui ada beberapa hal yang perlu dievaluasi. Namun, secara keseluruhan PSSI bahagia Piala Indonesia kembali bisa digelar setelah vakum enam tahun.

“Ya memang ada keterlambatan dan beberapa pertandingan yang harus ditunda. Tapi, Piala Indonesia ini kan baru bergulir lagi. Terpenting, turnamen ini bisa kembali jalan lagi,” kata Refrizal kepada VIVAnews, Rabu 7 Agustus 2019.

“Selain itu, Piala Indonesia ini juga menjadi yang pertama bagi pengurus PSSI saat ini. Besok, kami akan lakukan rapat untuk membahas beberapa yang perlu dievaluasi. Mudah-mudahan yang akan datang Piala Indonesia bisa lebih baik lagi,” imbuhnya.

Setelah Piala Indonesia 2018/2019 rampung, PSSI berencana kembali menggelar Piala Indonesia untuk edisi 2019/2020. Konsep yang bakal diterapkan tidak jauh berbeda yakni melibatkan tim-tim dari Liga 1, Liga2, dan Liga 3. Akan tetapi, PSSI belum bisa memastikan waktu penyelenggaraan. Sebab, saat ini Liga 3 tingkat provinsi baru saja dimulai.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*