Jafri Sastra Dipecat, Pendukung PSIS Sambut Positif

Pendukung PSIS Semarang menyambut positif langkah manajemen memecat Pelatih Jafri Sastra. Keputusan tersebut dianggap tepat, setelah PSIS menelan empat kali kekalahan di kandang sendiri.

Pengurus Kelompok Suporter Panser Biru, Toby Putra Mahendra mengatakan keputusan memecat sang pelatih seharusnya dilakukan sejak awal kompetisi.

“Saya menganggap ini adalah langkah yg tepat, tapi terlambat. Sudah sejak kalah lawan bayangkara di Piala Indonesia kemarin harusnya dan hancurnya di piala presiden,” katanya saat dikonfirmasi, di Semarang, Kamis (8/8).

Menurutnya, empat kali kekalahan dari tujuh pertandingan di kandang sendiri menjadi pukulan para suporter. Dari tujuh pertandingan kandang PSIS Semarang kalah dari kalteng putra, Persib Bandung, PS Tira Persikabo, dan terakhir Persipura.

“Jadi 4 kali kekalahan di kandang dan sejarah kita hatrcik kekalahan berturut2 lawan persib, PS Tira, dan terahir persipura. Hingga kita semua tau supporter turun ke lapangan meluapkan emosionalnya,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengaku coach Jafri Sastra juga pahlawan bagi PSIS. Sebab pada musim lalu, PSIS juga terpuruk diawal musim, kemudian pelatih asal padang tersebut datang dan menggantikan Vincenzo Alberto Annese.

“Coach jafri secara tidak langsung mendokrak semangat tim hingga kita bisa keluar dr degradasi musim lalu. Selamat tinggal coach semoga segera mendapatkan tim yg cocok dengan gaya permainan anda,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama PSIS, Kairul Anwar mengaku pemecatan Pelatih Jafri Sastra sudah dipikirkan secara serius usai kalah dengan Persipura pada Selasa (6/8) lalu.

“Suporter adalah bagian dari kami, mereka adalah kontrol kami. Tapi bukan itu saja, kami mengevaluasi semua. Tidak ada yang salah oleh Coach Jafri, Pak Jafri adalah pelatih hebat. Karena target manajemen tidak terpenuhi, maka kami bertindak,” tuturnya.