Polri Operasikan Satgas Anti Mafia Bola Jilid II

Satgas Anti Mafia Bola kembali dihidupkan Polri. Nantinya, tim tersebut bekerja selama empat bulan ke depan, untuk menyelesaikan sejumlah kasus yang terjadi di persepakbolaan nasional.

Sebenarnya tugas tim tersebut sudah berakhir pada Juni 2019. Akan tetapi, karena ada beberapa kasus yang belum selesai diusut sehingga diputuskan membentuk Satgas Anti Mafia Bola Jilid II.

Satu di antara kasus belum selesai yakni Vigit Waluyo, yang diduga melakukan suap agar PS Mojokerto Putra naik kasta ke Liga 2. Pria asal Jawa Timur tersebut pun sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Saat ini Vigit sedang mendekam di Lapas Sidoarjo. Namun, bukan karena praktik kotor sepakbola, melainkan akibat kasus korupsi PDAM Sidoarjo, beberapa waktu lalu.

“Masih ada beberapa perkara yang kasus belum selesai, yaitu kasusnya Vigit Waluyo dan Hidayat, ternyata masih harus disempurnakan lagi,” ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo.

Brigadir Jenderal Hendro Pandowo, masih dipercaya untuk memimpin Satgas Anti Mafia Jilid II. Nantinya, tim tersebut bakal menyebar ke-13 wilayah yang ada di Indonesia.

“Pokoknya 13 wilayah itu sesuai dengan wilayah di mana liga itu digelar. Kami akan melakukan komunikasi dengan PSSI untuk mengawasi pertandingan-pertandingannya,” ujarnya.

Sebelumnya, Satgas Anti Mafia Bola Jilid I telah menangkap 16 orang yang diduga terlibat dalam kasus pengaturan skor. Beberapa di antaranya sudah dijatuhi vonis dari pengadilan.