Dapat Tekanan untuk Mundur dari Persija, Julio Banuelos Buka Suara

Pelatih Persija Jakarta, Julio Banuelos tengah dalam tekanan. Kegagalan Persija merengkuh trofi Piala Indonesia dan hasil buruk di kompetisi Liga 1 2019 membuat posisi Julio terancam.

Di kompetisi Liga 1, Persija tengah terpuruk. Tim berjulukan Macan Kemayoran menempati posisi ke-17. Dari delapan laga yang sudah dijalani, Persija hanya sanggup meraih satu kemenangan.

Pencapaian itu membuat beberapa pendukung Persija meragukan Julio. Mereka menuntut Julio untuk bertanggung jawab atas hasil minor tim kesayangannya.

Ditemui awak media seusai memimpin latihan Persija di Lapangan PS AU, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (8/8/2019) sore, Julio mengaku tidak terlalu memusingkan ancaman pemecatan yang tengah menghantuinya.

Pelatih asal Spanyol tersebut memilih fokus memperbaiki performa tim asuhannya. Besok (10/8/2019), Persija akan menjamu Bhayangkara FC dalam lanjutan pekan ke-13 Liga 1 2019 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat.

“Saya tidak peduli (dengan tuntutan mundur atau ancaman pemecatan,Red). Saya memilih berkonsentrasi ke tim untuk meraih hasil lebih baik ke depannya,” kata Julio.

Sebelumnya, usai leg kedua final Piala Indonesia kontra PSM di Makassar, CEO Persija Ferry Paulus mengatakan manajemen bisa saja mengevaluasi kinerja Julio.

Menurut Ferry, evaluasi terhadap kinerja Julio sudah tertera dalam kontrak.

“Dalam kontrak ada tertera evaluasi untuk pelatih. Terutama empat pertandingan terakhir, kami akan rekomendasi,” ujar Ferry Paulus.

Meski demikian, nasib Eduardo Perez sedikit berbeda dengan Julio Banuelos. Edu berada di Persija untuk membantu akademi dan saat ini dirinya diberdayakan sebagai asisten pelatih tim senior.

“Kalau Eduardo Perez kan dia Direktur Teknik Persija Jakarta. Dia fokus di akademi. Jadi ini berbeda,” tutur Ferry.