PSS Sleman Ingin ‘Hijaukan’ Indonesia Melalui Akademi Sepak Bola

Keberhasilan PSS Sleman naik kasta ke Shopee Liga 1 2019 yang merupakan kompetisi level tertinggi sepak bola Indonesia membuat mereka terus berbenah, terutama dalam hal pembinaan pemain muda.

Saat ini, PSS Sleman telah memiliki akademi sepak bola yang menaungi tiga tim kelompok umur, yakni tim U-16, U-18, dan U-20. Keberadaan tim muda itu diharapkan mampu mendukung skuad senior klub berjuluk Laskar Sembada tersebut.

“Akademi PSS lahir setelah kami naik ke Liga 1. Regulasi PSSI mengharuskan tim-tim Liga 1 memiliki akademi. Dari situ, kami pun membentuk Akademi PSS,” tutur Direktur Akademi PSS Sleman Guntur Cahyo Utomo.

Dalam perkembangannya, Akademi PSS Sleman punya misi untuk menjaring talenta-talenta muda terbaik yang ada di seluruh Indonesia. Hal itu dilakukan karena mereka ingin berperan membangun ekosistem sepak bola Tanah Air.

“Misi kami adalah menghijaukan Indonesia. Artinya, PSS itu milik Indonesia, bukan hanya Sleman saja. Salah satu tujuannya adalah kami ingin memasok pemain ke Timnas Indonesia,” imbuh Guntur.

Guntur menambahkan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bisa dibilang kekurangan pemain di level nasional. Padahal, penduduk Kota Gudeg tersebut mencapai lebih dari dua juta jiwa.

“Di Liga 1 musim ini hanya ada dua orang dari DIY. Bagas Adi Nugroho di Bhayangkara FC dan Antoni Putro di Kalteng Putra. Bandingkan dengan kota-kota lain seperti Padang atau Ternate yang menghasilkan banyak pemain nasional,” papar Guntur.

Guna mewujudkan misi tersebut, PSS Sleman pun saat ini mulai fokus mengembangkan talenta-talenta muda lokal melalui akademi sepak bola yang mereka miliki. Targetnya, tahun depan skuat muda Laskar Sembada hasil binaan akademi sendiri mampu meraih prestasi di level nasional.