Persib Minta Kejelasan Aliran Uang Denda Komdis

Manajer Persib, Umuh Muchtar meminta supaya ada transparansi dana terkait aliran dana sanksi Komdis PSSI. Sejauh ini tidak jelas kemana muaranya uang denda yang dibayarkan klub atas hukuman yang mereka terima.

Untuk itu dia meminta pihak terkait untuk mengusut dan melacak kemana larinya uang tersebut. Menurut Umuh perlu campur tangan dari pemerintah untuk mengawal kinerja PSSI. Mengingat federasi sepakbola Indonesia itu banyak dihuni orang-orang bermasalah.

“Saya mengharapkan dari kepolisan dan KPK untuk turun tangan, jangan sampai tidak turun, pemerintah harus ikut turun supaya beres,” jelas Umuh ketika ditemui awak media di kediamannya.

Sudah Rp. 435 juta uang denda yang dikeluarkan Persib selama gelaran Liga 1 2019 saja. Padahal belum setengah musim Liga 1 ini berjalan. Maka dari itu Persib meminta kejelasan terkait kemana aliran dana ini bermuara.

“Mudah-mudahan pemerintah setelah dipimpin Bapak Jokowi bisa lebih baik karena ada kemajuan untuk sepakbola. Walaupun ini orang-orang yang bekerja masih ragu saya tidak percaya dengan PSSI,” jelasnya.

Persib merupakan tim yang kerap panen denda dari Komdis PSSI dari tahun ke tahun. Idealnya uang itu bisa dialokasikan pada pos lain yang tujuannya memasukan PSSI. Namun kinerja maupun prestasi sepakbola Indonesia tetap jalan di tempat.

“Kalau ini benar buat negara, buat mengurus PSSI Alhamduillah tetapi kalau uang denda itu untuk main-main, Allah maha tahu. Dari KPK harusnya turun dan kepolisian turun diusut ya kemana uang itu perputarannya kemana,” ujarnya.

Dia pun meminta transparansi dana itu dibuka dan bukan hanya uang dari Persib saja tapi semua tim. Karena Umuh mencurigai banyak orang di PSSI yang memanfaatkan uang denda itu sebagai alat untuk memperkaya diri.

“Bukan hanya Persib yang didenda, klub lain juga harus diusut kemana perjalanan uang tersebut. Dari dulu saya tidak mencari keuntungan dari ini cuma mau menang dan untuk kebahagiaan Jawa Barat saja,” tukasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*