Mati Lampu di Bogor, Kapten Tira Persikabo Jadi Sulit Hubungi Istri yang Hamil Tua

Dampak mati lampu di sebagian Pulau Jawa yang terjadi pada Minggu (4/8/2019) sangat dirasakan oleh kapten Tira Persikabo, Manahati Lestusen. Dia sempat kesulitan menghubungi sang istri, Riyana Kumalasari.

PT PLN (Persero) mengatakan, pihaknya mengalami gangguan pada saluran udara tegangan ekstra tinggi Ungaran-Pemalang. Bahkan, hingga Senin (5/8/2019) sebagian daerah di Jabodetabek masih merasakan dampat dari mati lampu tersebut.

Padamnya listrik juga menganggu sinyal komunikasi. Tentunya, hal ini sangat menganggu Manahati. Gelandang Tira Persikabo itu menjadi kesulitan menghubungi istrinya yang berada di Ambon.

Saat ini, Riyana sedang hamil anak pertama Manahati. Usia kehamilan Riyana yang juga seorang polwan, sudah sembilan bulan.

“(karena mati lampu) Saya sangat terkena dampaknya, susah menghubungi keluarga, terutama istri yang sedang mengandung,” ucap pemain Tira Persikabo berusia 25 tahun itu saat dihubungi Liputan6.com.

Manahati melanjutkan, dirinya yang berada di Bogor sudah siap menjadi ayah. Bila istrinya menjalani persalinan, yang tinggal menghitung hari, dia akan meninggalkan Tira Persikabo.

“Pastinya saya akan langsung terbang (ke Ambon). Sudah dapat izin dari pelatih Tira Persikabo (Rahmad Darmawan) juga,” katanya.

Tidak hanya membuat Manahati sulit menghubungi istri, padamnya listrik juga menganggu latihan Tira Persikabo. Terlebih, mereka sedang mempersiapkan diri melawan Barito Putera, Jumat (9/8/2019), dalam lanjutan Shopee Liga 1 2019.

“Jelas itu juga menganggu latihan kami. Sebab, semua hal (mengenai Tira Persikabo) diumumkan di grup,” ucap Manahati Lestusen.