Aremania Rela Lembur demi Membentangkan Bendera di Stadion Tuah Pahoe

Tak hanya Arema yang melakukan persiapan serius jelang duel melawan Kalteng Putra di Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya, dalam laga pekan ke-13 Shopee Liga 1 2019, melainkan juga Aremania.

Kelompok suporter fanatik Arema yang ada di tanah rantau itu sudah mendapatkan kuota 1.000 tiket. Mereka tak hanya ingin sekadar bernyanyi di dalam stadion, melainkan juga menampilkan kreativitas yang sudah disiapkan.

Satu di antaranya bendera berukuran 6×8 meter. Tiga hari terakhir, Aremania yang ada di Palangkaraya sibuk membuat bendera itu untuk dibentangkan di tribune. Mereka membuat bendera dengan gambar Singa yang merupakan maskot Arema.

“Sekarang masih lembur membuat bendera di basecamp,” kata Rizky Rachmadian, anggota Arema Central Borneo, sebutan Aremania yang ada di Palangkaraya.

Proses pembuatan bendara tersebut juga cukup panjang. Dana yang digunakan merupakan hasil penggalangan dalam tiga kali nonbar yang digelar di Palangkaraya. Yang mengerjakan Aremania sendiri.

Beberapa hari ini anggota Aremania bergantian lembur malam hingga pagi hari. Pengerjaannya tidak mudah karena pewarnaannya menggunakan airbrush.

Komunitas Aremania di sana sebenarnya sudah memiliki bendera raksasa berukuran 11×15 meter. Namun, bendera itu tidak bisa ditampilkan mengingat ukuran tribune di Stadion Tuah Pahoe tidak terlalu besar.

“Bendera itu juga logo komunitas di sini. Jadi, rekan-rekan memilih untuk membuat yang baru dengan mengembalikan kultur lama, yakni gambar Singa dengan tulisan Arema Singo Edan,” jelas Rizky.

Pertandingan besok merupakan kali pertama Arema bermain di Stadion Tuah Pahoe sehingga Aremania yang merantau di sana tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu dengan memberikan dukungan maksimal.

Tujuannya, pasti untuk membuat Ahmad Alfarizi dkk. serasa main di kandang sendiri sehingga mereka bisa tampil lepas saat menghadapi Kalteng Putra.