Akhiri Puasa Gelar Selama 19 Tahun, Pelatih PSM Puji Kerja Keras Manajemen

Sukses memutus puasa gelar yang sudah berlangsung selama 19 tahun dengan merengkuh trofi Piala Indonesia, Pelatih PSM Makassar memuji kerja keras manajemen yang disebutnya sudah berjuang dalam beberapa tahun terakhir untuk membawa trofi juara ke tanah Makassar.

Baca juga: PSM Makassar 2-0 Persija, Juku Eja Juara Piala Indonesia
Tim berjuluk Juku Eja itu memastikan gelar juara Piala Indonesia dengan keunggulan agregat 2-1 atas Persija Jakarta. Mereka takluk 0-1 di leg pertama dan kemudian mampu membalikkan keadaan pada leg kedua dengan menorehkan kemenangan 2-0.

“Saya sangat senang menjadi bagian dari klub ini, yang mengembalikan trofi ke kota Makassar setelah menunggu selama 19 tahun. Di klub ini ada Pak Munafri (CEO PSM) yang bekerja keras bertahun-tahun untuk mendapatkan trofi. Saya juga bahagia bahwa dia juga telah sukses membawa trofi itu ke Makassar,” jelas Darije Kalezic seperti dilansir laman resmi pssi.

Terkait penampilan timnya pada leg kedua kontra Persija Jakarta di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Selasa (6/8) kemarin, Darije Kalezic menilai performa baik tersebut tidak lepas dari persiapan matang yang sudah mereka lakukan dalam beberapa hari terakhir.

“Kita persiapkan diri kita dengan sangat bagus di pertandingan ini, fokus daripada pemain itu luar biasa, disiplin yang mereka tunjukan di lapangan itu sangat bagus, dan secara strategi kita lakukan semua hal yang kita bicarakan sebelum pertandingan,” ujar Kalezic.

“Persija, mereka mendapatkan banyak kartu kuning untuk coba menghentikan kami di pertandingan ini. Mereka tahu bahwa mereka langsung menjadi lemah dengan pemain mereka yang mendapat kartu kuning kedua,” lanjut Kalezic.

Diakuinya, kartu merah yang kemudian diterima gelandang Persija Jakarta, Sandi Darma Sute membuat permainan timnya lebih berkembang, sehingga akhirnya sukses mencetak gol kedua.

“Kita menjalani pertandingan dengan sangat bagus, kita mencetak gol, dan kita memang paksa untuk mendapatkan gol kedua tersebut. Dan Persija di antaranya itu juga mendapatkan kartu kuning kedua, dan setelah itu kita lanjutkan gamenya, kita memaksa, dan menekan mereka secara sistematis untuk mendapatkan gol kedua tersebut,” pungkasnya.