Maju Sebagai Kandidat Ketum PSSI, Ini Visi Misi Doni Setiabudi

Persatuan sepak bola seluruh Indonesia (PSSI) bakal memiliki ketua baru periode 2020-2023. Bursa kandidat ketum PSSI pun makin ramai dengan majunya CEO Bandung Premier League (BPL), Doni Setiabudi sebagai kandidat, Minggu (4/8/2019).

Sebelum majunya Doni, sejumlah nama sudah mendeklarasikan diri menjadi kandidat ketum PSSI. Diantaranya

Doni mengakui bahwa latar belakang dirinya maju menjadi kandidat ketum PSSI dipengaruhui beberapa hal. Salah satunya fakta bahwa sepak bola kita berjalan di tempat.

“Perkembangan sepak bola Indonesia yang terlihat hanya jalan di tempat dan masih amburadulnya pengelolaan sebuah liga kompetisi,” kata Doni kepada football5star.com, Minggu (4/8/2019).

Selain hal tersebut, Doni mengaku ingin menjadikan sepak bola Indonesia menjadi sebuah industri yang dikelola dengan baik dan benar. Faktor lainnya kata Doni bahwa era sekarang ialah eranya anak muda untuk memimpin.

“Mungkin sekaranglah titik balik sepak bola Indonesia dengan dipimpin anak muda,” ucap pria yang akrab disapa Jalu tersebut.

Pertanyaannya kemudian, apa yang ditawarkan Doni sebagai kandidat ketum PSSI? Apakah ia memiliki terobosan baru dan visi misi untuk membuat sepak bola nasional menjadi kuat?

Menurut Doni ada tiga hal penting untuk perbaikan sepak bola nasional. Yang pertama soal infrastruktur.

“Di mana kita sangat kekurangan lapangan sepak bola yang memadai mulai dari tingkat desa hingga provinsi. (Harusnya) kita bisa bekerjasama dengan BUMN serta pemerintah untuk pengadaan lapangan,” papar Doni.

Yang kedua ialah soal kompetisi yang profesional dan dikelola dengan baik dan benar. Doni melihat ke depan, kompetisi sepak bola Indonesia harus yang benar-benar bersih dan adil mulai dari tingkat dini hingga profesional.

Terakhir kata Doni bahwa kelak jika ia terpilih menjadi ketum PSSi, mereka yang duduk di dalam federasi ialah mereka yang paham dengan industri sepak bola. Ini menjadi penting untuk memajukan level sepak bola Indonesia.

“Mereka harus paham baik dari segi marketing, hukum, kompetisi, dan lain-lain. Serta mereka harus memiliki intergritas tinggi serta tidak bisa dibeli dengan materi,” tutup Doni.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*