Kebangkitan Persebaya Diwarnai Aksi Boikot Bonek

Persebaya Surabaya sukses lolos dari lubang jarum dengan mengakhiri paceklik kemenangan dalam lima laga sebelumnya. Mereka menang 1-0 atas Persipura Jayapura dalam pekan ke-12 Shopee Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (2/8/2019).

Namun, kemenangan Persebaya terasa kurang lengkap mengingat penonton yang hadir hanya 10.027 atau sekitar 20 persen dari kapasitas stadion. Ditambah lagi, kelompok Bonek di tribune utara atau Green Nord melakukan boikot.

Green Nord sebenarnya hadir dalam pertandingan tersebut. Mereka menghiasi tribune utara dengan beberapa spanduk yang berisi pesan memaksa Persebaya segera bangkit. Beberapa di antaranya menjadi ancaman sekaligus tekanan buat Persebaya.

Pesan yang disampaikan di antaranya “Butuh menang gak butuh alasan”, “Ini tim legenda, tidak niat keluarlah”, “Sayang, gak pengen juara?”, “Gaji nomor satu, prestasi lupa”, “Kami butuh prestasi”, dan “Jika suporter adalah konsumen, tidak ada kata kecuali menjadi pemenang”.

Green Nord sempat berada di tribune utara dan menyanyikan lagu. Tapi, kali ini mereka mengawalinya dengan lagu berisikan lirik sindiran untuk Persebaya. Lagu itu sempat menular ikut dinyanyikan oleh Bonek di tribune lain.

Memasuki menit kelima, Green Nord mulai membubarkan diri. Sebagian keluar stadion, tapi banyak juga yang memilih menempati tribune lain. Tribune utara terlihat kosong tanpa penonton dengan hanya menyisakan banyak spanduk pada menit ke-10.

“Saya tidak mau komentar. No comment. Silakan ditafsirkan sendiri,” kata Cak Cong, koordinator Green Nord, kepada Bola.com selepas pertandingan Persebaya Surabaya kontra Persipura Jayapura.

Green Nord sudah merencakan aksi itu dan menjadi bahan perbincangan di dunia maya. Aksi boikot tersebut diharapkan menjadi tamparan buat manajemen sekaligus Persebaya untuk segera mempersembahkan kemenangan.

Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman, mengaku tidak tahu jika sempat terjadi aksi tersebut.

“Jujur, saya fokus ke pertandingan. Saya tidak melihat kiri atau kanan. Saya tidak tahu apa yang terjadi. Di tribune itu gelap. Saya tidak perlu berkomentar soal ini,” ucap pelatih yang akrab disapa Djanur itu.

Pernyataan serupa dilontarkan oleh kapten Persebaya, Ruben Sanadi.

“Saya juga tidak melihat karena fokus di lapangan. Kami tidak tahu, dari mulai masuk pertadingan, saya selalu fokus untuk bola, lawan, dan situasi pertandingan. Di luar itu (pertandingan), saya tidak mau berkomentar,” ujar Ruben.

Beruntung, Persebaya bisa mengakhiri pertandingan dengan kemenangan. Raihan tiga poin penting agar mental pemain Bajul Ijo bisa bangkit menatap laga berikutnya. Di sisi lain, Persebaya juga naik peringkat dengan menghuni posisi kelima klasemen sementara.