Dihukum Komdis PSSI, Umuh: Haram Untuk Saya Ajukan Banding

Sanksi dijatuhkan Komdis PSSI pada Umuh Muchtar karena dianggap berkata tak pantas kepada wasit. Untuk itu dia dihukum percobaan larangan 3 bulan tidal boleh masuk ke stadion alias selama putaran pertama Liga 1 2019.

Hukuman ini diambil Komdis usai melakukan sidang pada 31 Juli lalu. Selain itu Persib juga dihukum denda Rp. 140 juta dengan rinciang Rp 50 juta akibat mengoleksi 5 kartu kuning di satu laga dan Rp. 90 juta karena pelemparan botol oleh suporter.

Umuh Muchtar pun angkat bicara soal sanksi yang ditujukan pada dia pribadi. Menurutnya pihak yang memberi sanksi itu harusnya memanggil dulu orang terkait untuk dimintai keterangan. Bukan semena-mena memberikan hukuman.

“Kalau ada orang yang disanksi atau didenda harusnya dipanggil dulu, umpamanya Umuh Muchtar dipanggil sama PSSI atau Komdis, tanggal sekian harus menghadap. Kita soal datang atau tidak datang kan gimana yang bersangkutan,” ujar Umuh pada wartawan.

Dia menyebut tidak ada perubahan dari Komdis PSSI soal proses mereka memberikan sanksi. Padahal prosedur itu sudah disoroti terus oleh Persib sejak musim lalu. Karena banyak denda serta hukuman yang semena-mena dialami oleh Maung Bandung.

“Nah ini kan tahu-tahu ada surat dan langsung aja dikeluarkan sanksi seperti itu, ini aturan apa dan dari mana. Dari dulu aturan ini tidak dirubah dan selalu seenaknya. Persib didenda, Persib dihukum seperti itu,” jelasnya.

Umuh juga menegaskan dirinya tidak akan melayangkan banding. Dirinya menolak untuk memberikan keringanan hukuman pada PSSI yang menurutnya tak becus menggerakan roda sepakbola Indonesia dan terbilang bobrok.

“Sekarang katanya saya harus bikin surat sanggahan atau minta maaf, tidak ada. Silakan saja kalau sudah diputuskan seperti itu. Silakan saja karena sekarang mereka yang lagi berkuasa,” jelasnya.

“Saya juga lupa dan ga tahu bicara apa, demi Allah saya sudah lupa dan tidak tahu apa. Haram kalau saya memohon pada orang-orang yang sebenarnya juga bermasalah. Orang yang sudah jadi tersangka atau segala macam di kepengurusan PSSI,” pungkasnya.