BOPI & PT LIB Bertemu Bahas Penggunaan VAR

BADAN Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) menggelar pertemuan dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB) di PPITKON, Kemenpora, Rabu (31/7). Dalam pertemuan tersebut, BOPI menyoriti setidaknya masih ada beberapa masalah yang menaungi kompetisi Liga 1 2019.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) BOPI Sandi Suwardi Hasan menjelaskan, kesiapan penitia pelaksana (Panpel) pertandingan menjadi masalah paling utama dalam tiga bulan bergulirnya Liga 1 musim ini. Dia menilai Panpel pertandingan acapkali gagal memberikan rasa aman dan nyaman dalam sebuah pertandingan.

Terbukti masih adanya sejumlah insiden kerusuhan yang mewarnai pertandingan di kompetisi musim ini. Di mulai dengan laga pembuka Liga 1 2019 yang mempertemukan tuan rumah PSS Sleman kontra Arema FC, hingga yang teranyar kerusuhan pada laga Persela Lamongan melawan Borneo FC, Senin 29 Juli 2019 malam.

“Kami sudah mengundang PT LIB mestinya dengan PSSI juga. Kita sudah melakukan proses evaluasi awal yang nanti aetslah ini dalam waktu 2 minggu LIB akan menyusun laporan periodiknya kepada kami apa saja yang terjadi di tiga bulan pertama,” ucap Sandi.

“Harapan kami kedepan kepada lib bisa menjaga perjalanan liga 1 dan bopi berharap rusuh tidak ada lagi. Maka ada beberapa trik yang akan di exercise oleh lib. Kita akan coba cek lagi dua atau tiga minggu kedepan,” dia menjelaskan.

Sandi menambahkan, BOPI juga menyoroti permasalahan wasit di kompetisi musim ini. Dia menilai, keputusan pengadil di atas lapangan tidak jarang menjadi awal dari kericuhan suporter dalam sebuah pertandingan.

Seperti misalnya wasit Wawan Rupiko yang memimpin jalannya pertandingan Persela kontra Borneo. Wawan dinilai kurang tegas sehingga menyebabkan pertandingan tertunda selama 25 menit.

Oleh karena itu, demi meminimalisir permasalahan keputusan wasit, Sandi mengatakan, BOPI meminta kepada LIB untuk menggunakan Video Assistant Referee (VAR) pada musim depan.

Selain itu, kata Sandi, BOPI juga menyinggung permasalahan pada leg II final Piala Indonesia 2018-2019 yang mempertemukan PSM Makassar kontra Persija Jakarta. Dia berharap PSSI bisa dengan cepat menyelesaikan permasalahan yang ada.

Pasalnya, pertandingan leg II final Piala Indonesia 2018-2019 harus tertunda karena permasalahan keamanan. Laga yang semua berlangsung 28 Juli tersebut harus digeser pada 6 Agustus 2019 mendatang.

Meski begitu, Sandi mengungkapkan, BOPI tetap senang dengan berlangsungnya kompetisi Liga 1 2019 yang sudah memasuki tiga bulan ini. Overall, kami sangat senang putaran Liga 1 bisa jalan meski ada berbagai pernik-pernik rusuh dan lain-lain. Kami tadi sudah diskusi cukup panjang dengan LIB mengenai langkah-langkah yang tepat untuk diambil dalam rangka antisipasi agar kerusuhan atau ketidaknyamanan gelaran Liga 1 bisa diminimalisir dengan baik oleh LIB selaku operator,” paparnya.