Komite Pemilihan Tak Bisa Apa-apa Tanpa SK dari PSSI

Komite Pemilihan (KP) belum bisa menjalankan tugas. Mereka menunggu Surat Keputusan (SK) dari PSSI tentang pembentukan dan penunjukan komite tersebut.

PSSI menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Sabtu (27/7/2019). Dalam kongres itu dihasilkan salah satu keputusan membentuk dan menunjuk susunan anggota Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP) menuju Kongres PSSI.

Sesuai hasil KLB itu, Kongres Pemilihan dilangsungkan 2 November 2019, bukan Januari 2020. PSSI menunggu respons dari FIFA tentang perubahan jadwal tersebut.

Dalam susunan KP, PSSI menunjuk Syarif Bastaman sebagai ketua. Sementara itu, wakil ketua KP adalah Harbiansyah Hanafiah dilengkapi anggota yang terdiri dari Irawadi D Hanafie, Budiman Dalimunthe, Maurice Tuguis, Soedarmaji dan Rocky Bebena. Nama-nama itu bukan nama baru di sepakbola Indonesia.

KP bertugas menerima pendaftaran calon ketua umum PSSI dan anggota komite eksekutif serta menyeleksi calon berdasarkan persyaratan yang telah ditetapkan. Selanjutnya, KP akan menyerahkan nama-nama yang lolos kepada PSSI pada 30 hari sebelum Kongres.

Itu berdasarkan pasal 31 tentang pemilihan di artikel 9 yang berisi, bahwa kandidat anggota komite eksekutif harus dikirimkan kepada sekretariat jendral PSSI sekurang-kurangnya 30 hari sebelum pelaksanaan kongres yang bersangkutan.

Anggota KP, Budiman Dalimunthe, belum bisa berbicara banyak karena belum mengantongi SK resmi dari PSSI. Dia berharap komite bisa bertugas dengan baik.

“Kami belum bergerak karena SK belum kami terima. Lagi pula Kongres baru kemarin, jadi kami masih menunggu. Tapi sebelum penunjukan KP, kami ditanya dulu bersedia atau tidak. Saya yakin semua masih menunggu SK. Saya rasa lebih cepat lebih baik, tapi semua harus sesuai statuta,” ujar Budiman saat dihubungi pewarta, Senin (29/7/2019).

Sejauh ini, sudah ada beberapa nama yang ingin mencalonkan diri sebagai Ketum PSSI. Di antaranya adalah Komjen Pol M Iriawan, dan Rahim Soekasah. Belakangan, Presiden Madura United Achsanul Qosasi juga dikabarkan tertarik maju sebagai orang nomor satu di PSSI.