Mungkin Main di Lapangan Berumput Buatan di SEA Games 2019, Timnas Indonesia U-22 Wajib Beradaptasi

Kabar datang dari SEA Games 2019, terutama venue yang akan digunakan untuk cabang olahraga sepak bola baik putra maupun putri. Kemungkinan besar, seluruh pertandingan sepak bola SEA Games 2019 dimainkan di atas lapangan berumput buatan atau artifisial.

Hal itu mengacu pada sinyal yang diberikan panpel SEA Games 2019, PHISGOC. SEA Games 2019 ini akan jadi momen spesial lantaran merupakan ulang tahun ke-60 turnamen multicabor terbesar di kawasan Asia Tenggara ini.

Entah berkaitan dengan momen itu atau bukan, PHISGOC berencana memindahkan pertandingan sepak bola di SEA Games 2019, untuk seluruhnya dimainkan di lapangan berumput artifisial.

Sinyal itu datang dari tiga venue yang disiapkan untuk cabor sepak bola baik putra dan putri. Tiga stadion itu, yakni Rizal Memorial Stadium di Manila, Umak (University of Makati) Stadium di Makati, dan Binan Football Stadium, Laguna.

Tiga lapangan di stadion itu seluruhnya berumput buatan, tak satupun menggunakan rumput asli.

Sejauh ini belum ada pengumuman resmi dari PHISGOC. Namun, semua tim peserta termasuk Timnas Indonesia U-22 tentu wajib bersiap mengingat selama ini pemain-pemain Indonesia, khususnya yang disiapkan untuk SEA Games 2019, tak sering bersentuhan dengan lapangan berumput artifisial.

Pasalnya, bermain di rumput buatan memerlukan adaptasi khusus, termasuk “senjata” yang digunakan pemain, semisal sepatu, biasanya juga disesuaikan dengan venue yang berbeda dengan mayoritas lapangan di Indonesia.

SEA Games 2019 bakal digelar di Filipina, 25 November hingga 10 Desember 2019. Cabor sepak bola putra diikuti 11 tim peserta, yang nantinya terbagi ke dalam dua grup.

Pengundian grup digelar pada 3 Oktober 2019. Timnas Indonesia U-22 berada di pot kedua bersama Malaysia, sedangkan pot pertama dihuni tuan rumah Filipina dan tim juara bertahan, Thailand.

Pot ketiga diisi Myanmar dan Vietnam, kemudian lima negara, yakni Singapura, Laos, Kamboja, Timor Leste, dan Brunei menghuni pot lima.

Selain itu, SEA Games 2019 menjadi momen kali pertama di mana tim peserta cabor sepak bola putra, boleh memainkan dua pemain over aged (melebihi usia), di antara 20 kuota pemain U-22.