Dilarang, Suporter Persis Solo Nekat Berangkat ke Tuban

Insiden kericuhan antarsuporter di laga Persatu Tuban melawan PSIM Jogja di Stadion Bumi Wali, Tuban, akhir pekan lalu, berdampak buruk bagi Persis Solo. Panpel tuan rumah memastikan Laskar Sambernyawa dilarang didampingi suporternya pada laga melawan Persatu, Rabu (24/7/2019), untuk menjaga kondusivitas pertandingan. Di sisi lain, sejumlah suporter Persis memilih tetap berangkat meski tidak mendapatkan kuota tiket.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, nihilnya kuota bagi suporter Persis disepakati dalam rapat antara panpel Persatu, Ronggomania (kelompok suporter pendukung Persatu) serta Polres Tuban, Senin (22/7/2019) malam.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Ronggomania, Ida Husni Mubarok, sanggup mengondisikan anggotanya agar menjaga keamanan dan ketertiban tanpa disertai penonton dari pendukung Persis Solo. Panpel juga wajib menghentikan pertandingan apabila ada keributan di laga nanti.

Namun keputusan yang baru beredar pada Selasa (23/7/2019) pagi WIB itu tampaknya tak dihiraukan sebagian pendukung Laskar Sambernyawa. Mereka tetap berencana berangkat ke Tuban karena telah mengkoordinasi away day sejak jauh hari. Sejumlah suporter bahkan membuat meme yang bertuliskan, “Dilarang 10, Datang 1.000, Trabas Tuban!”. Namun ada pula yang konsisten memboikot laga Persis sesuai arahan DPP Pasoepati.

Kelompok pendukung Persis yang tergabung dalam Surakartans memastikan tetap akan menggelar tur ke Kota Bumi Wali, julukan Tuban. Perwakilan Surakartans, Adith, mengatakan sedikitnya ada seratusan anggotanya yang berangkat away day ke markas Persatu.

Mereka menggunakan dua bus yang disewa suporter. Ada pula yang berangkat dengan kendaraan pribadi. “Itu baru yang tercatat hingga Senin [22/7/2019] malam, kemungkinan bisa bertambah,” ujarnya kepada Solopos.com, Selasa.

Adith mengaku sudah mengetahui larangan yang disampaikan panpel tuan rumah. Namun dia dan rekan-rekannya memilih menafikan hal itu karena ingin mendukung langsung Iman Budi Hernandi dkk. di lapangan. Menurutnya, Persis butuh dukungan konkret dari suporter di tengah gonjang-ganjing tim belakangan ini.

“Tetap berangkat walaupun enggak di-ACC, sudah biasa seperti itu,” ujarnya sambil terkekeh.

Manajer Persis Solo, Langgeng Jatmiko, mengaku sudah menyosialisasikan keputusan panpel Persatu pada elemen suporter. Namun pihaknya tak memungkiri sulit melarang suporter untuk datang ke Tuban. “Larangan dari pihak Tuban sudah saya sampaikan, tapi saya juga paham teman-teman suporter seperti apa,” ujarnya.

Lebih jauh pihaknya mengusahakan ada live streaming agar pendukung Persis tetap dapat menyaksikan laga. “Saat technical meeting malam ini [Selasa] akan dibahas. Semoga diizinkan,” ujarnya.