Badan Arbitrase Sepak Bola Nasional Dibentuk, Ini Penjelasan PSSI

Badan penyelesaian sengketa sepak bola nasional atau national dispute resolution chamber (NDRC) dibentuk setelah PSSI mengelar seminar yang melibatkan FIFA, FIFPRO, APPI serta perwakilan klub liga 1 dan liga 2 di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa, 23 Juli 2019.

Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, mengatakan, PSSI ditunjuk badan sepak bola dunia, FIFA, sebagai federasi pilot project dalam pengembangan NDRC. Badan ini nantinya akan menjadi tempat pengaduan, khususnya pemain di liga setempat.

NDRC diharapkan dapat menjadi wadah penyelesaian masalah dan sengketa yang berhubungan dengan sepak bola.

Ditambahkan, sebagai sebuah federasi, PSSI punya rencana jangka panjang dalam hal pengembangan organisasi.”Pada tahun 2045, saya berharap Indonesia bisa masuk hingga 10 besar ranking FIFA, selain itu juga saya ingin federasi kita memiliki catatan administrasi yang baik pula. Saya berharap adanya peningkatkan kualitas organisasi mulai dari level regional hingga nasional,” katanya.

Menurut Tisha, PSSI bukan siapa siapa tanpa anggotanya. “Bersama sama saya ingin kita semua berbenah. Agar cita cita tahun 2045 Indonesia bisa masuk 10 besar organisasi sepak bola terbaik di dunia dalam hal administrasi ”

Gusti Randa, salah satu anggota Komite Eksekutif PSSI bagian Legal PSSI, menyebutkan NDRC tidak hanya akan membantu para pemain dalam menyelesaikan sengketa, namun juga dapat membatu sengketa antarklub.

“NDRC sebagai wadah pengaduan sengketa di klub, baik itu pemain dengan klub, namun juga sengketa antara klub dengan klub. NDRC diharapkan mampu menjadi badan arbitrasi yang independen, ” ujar Gusti Randa

Saverio Paolo Spera, dari bagian legal counsel and players status FIFA, menyebutkan pilar dalam sepak bola adalah klub dan pemain. Untuk memperkuat kedua pilar tersebut, badan dispute resolution chamber dibuat FIFA pada 2002.

Sebagai badan arbitrasi atas permasalahan, NDRC diharapkan mampu menjawab dan menjadi wadah pengaduan ketika terjadi permasalahan di ranah sepak bola, karena lebih efisien, fleksibel dan prosesnya lebih singkat dibanding pengadilan umum.

Pengurus FIFA lainnya, Omar Ongrano, mengatakan mereka memilih Indonesia menjadi salah satu dari empat negara dalam proyek percontohan NDRC karena kemampuan Indonesia untuk bangkit setelah sempat aktivitasnya terhenti akibat pembekuan. Tiga negara lainnya adalah Kosta Rika, Slovakia, dan Malaysia.

Ponaryo Astaman, mantan pemain tim nasional Indonesia dan pengurus Asosiasi Pemain Sepak Bola Profesional Indonesia (APPI), berharap NDRC yang dibentuk PSSI ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pemain sepak bola di tanah air.