Tangan Dinginnya Diragukan, Bima Percaya Bisa Membuat Kejutan di Piala AFF U-15 2019

Standar sepak bola Indonesia bukan lagi Asia Tenggara, melainkan Asia. Walau belum seterap dengan Jepang atau Korea Selatan, jalan menuju ambisi itu terus dipupuk. Karenanya pula, dalam setiap kejuaraan level ASEAN, target Indonesia adalah juara atau minimal menembus babak semifinal.

Dalam kategori usia muda, khususnya usia pembinaan, prestasi memang bukan tujuan. Namun, kualitas level pembinaan jadi ukuran. Hal itu pula yang kini membayangi Bima Sakti Tukiman bersama timnas Indonesia U-16. Tim ini akan tampil dalam Piala AFF U-15 2019 di Chonburi, Thaialand, mulai 27 Juli mendatang.

Untuk ajang ini, Bima telah menetapkan daftar 23 pemain yang akan ia bawa, Senin (22/7). Dengan pemain-pemain tersebut, Bima diharapkan bisa mempertahankan pencapaian tahun lalu, yakni juara. Sayangnya, publik terlihat tidak percaya dengan sentuhan bima dan asisten pelatihnya.

Itu terlihat dari komentar publik di media sosial. Setiap kali PSSI memublis hal yang berkaitan dengan Indonesia U-16, komentar negatif menyertai. Penghakiman seperti ini sangat tidak relevan, akan tetapi bisa jadi motivasi bagi Bima. Inilah momentum Bima membuktikan sentuhan tangan dinginnya.

Berdasarkan hasil laga uji coba selama masa pemusatan latihan terakhir, performa Indonesia U-16 kurang meyakinkan. Resa Aditya Nugraha dan kawan-kawan ditahan 0-0 olh tim LKG U-15 yang akan tampil di Gothia Cup Swedia 2019, lantas unggul 1-0 atas saat jumpa tim Sister City DKI Jakarta.

Setelah itu, Garuda Muda takluk 0-1 dari PPLD Kabupaten Bogor, lantas dilibas 0-3 oleh PS Tira Persikabo U-16, sedang dalam laga uji coba terakhir unggul 4-0 atas Kabomania U-16. Walau dominan kalah, hasil pertandingan terakhir jadi sinyal bahwa permainan tim asuhan Bima semakin matang.
Sayangnya, tim ini tak berkesempatan melakukan uji coba internasional, sebelum tampil di Piala AFF U-15 2019. Padahal, sebagian besar pemain belum pernah tampil di laur negeri. Situasi ini sedikit banyak akan memberi dampak psikologis, sekaligus ujian mental bagi pemain yang akan tampil.

“Piala AFF ini akan jadi ajang internasional pertama bagi mereka sebagai pemain tim nasional. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari formula terbaik untuk membangkitkan mental mereka,” kata Bima. Rencananya, tim ini akan bertolak ke Chonburi pada Rabu (24/7) pagi.

Dari 23 pemain yang dibawa Bima ke Thailand, 10 di antaranya adalah pemain-pemain yang tampil dalam Liga TopSkor U-13 dan Liga TopSkor U-15. Jam terbang pemain dalam kompetisi diharapkan bisa memberi dampak positif. Namun, kembali lagi, semua itu akan tergantung sentuhan Bima Sakti.*