7 Kriteria Ketua Umum PSSI yang Ideal Versi Riset Ganesport Institute

Konflik dalam suksesi kepemimpinan Ketua Umum PSSI dan sederet kasus yang mendera organisasi itu menjadi latar belakang Ganesport Insitute melakukan riset saintifik mengenai seperti apa sosok Ketua Umum PSSI yang Ideal.

Ganesport Institute sebagai wadah pemikir (think-thank) manajemen dan kebijakan olahraga pertama di Indonesia menginisiasi riset untuk menggali bagaimana kriteria Ketua Umum PSSI yang ideal.

Hasil riset tersebut dipaparkan kepada media di Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Penelitian yang dilakukan berdasarkan pada studi yang melibatkan para ahli tata kelola olahraga di seluruh dunia.

Metode yang digunakan adalah melalui survei kualitatif kepada para pakar tersebut antara Mei-Juni 2019.

Program ini menjaring 23 responden yang tersebar di Eropa, Amerika, Asia, Oseania, dan termasuk Indonesia.

Hasilnya, terangkum 7 kriteria yang harus dimiliki seseorang untuk menjadi pemimpin ideal, dalam hal ini sebagai ketua federasi sepak bola.

Ketujuh poin tersebut adalah:

1. Berintegritas
2. Jauh dari politik
3. Sukses, skill kepemimpinan dan manajerialnya teruji
4. Sangat senior, berkecimpung di bidang profesional untuk waktu yang lama
5. Paham sepak bola
6. Independen
7. Jago diplomasi

“Latar belakang riset kami adalah keresahan karena banyak konflik, naik turun jabatan di PSSI, tapi tidak menyelesaikan banyak masalah. Kami ingin menjawab permasalahan itu melalui riset,” kata pendiri Ganesport, Amal Ganesha.

“Studi terbaru kami menunjukkan ketua umum induk sepak bola nasional yang ideal sebaiknya independen, sangat senior, sukses, berintegritas, dan jauh dari kepentingan politik,” ujarnya.

Salah satu unsur kriteria, independen, maksudnya adalah Ketua Umum berasal dari pihak eksternal organisasi.

Sosok tersebut bukan berasal dari keanggotaan atau kalangan internal PSSI sendiri.

Contoh dari independensi dalam federasi ini ada di Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA).

Selanjutnya, mayoritas responden juga setuju sosok ketua yang ideal bukan berasal dari partai politik dan tidak sedang menjadi pejabat publik/pemerintahan.

“Idealnya, ketua adalah orang yang independen dan memiliki skill kepemimpinan serta jauh dari politik praktis dan mampu mengelola risiko akan konflik kepentingan,” kata Benoit Senaux, lektor kepala manajemen olahraga Coventry University dalam isian kuesioner yang diajukan.

Lantas, apakah ada sosok ideal yang memenuhi semua kriteria itu untuk jabatan Ketua Umum PSSI saat ini?

“Tujuan kami adalah untuk menggali bahwa sosok ketua nantinya harus seperti apa. Untuk siapa orangnya, kami belum tahu. Hasil riset ini kami sajikan kepada media dan stakeholder sebagai referensi,” ujar Amal Ganesha.

Dalam kesempatan yang sama, Ponaryo Astaman selaku General Manager Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) memberikan opininya.

“Saya pikir di antara seluruh Exco PSSI banyak yang masuk kualifikasi calon ketua umum sesuai kriteria yang disebutkan tadi. Banyak calon, tinggal mau apa tidak mereka dicalonkan dan tergantung suara dari voters,” kata eks pemain timnas Indonesia itu.

Ponaryo menyoroti soal pentingnya integritas dan independen sebagai unsur yang mesti dipunyai Ketua Umum.

“Sosok yang ideal harus independen dalam hal hubungan federasi dengan pemerintah, sponsor dan pihak AFC, FIFA dan lain-lain. Independen ini maksudnya tidak bisa dipengaruhi, punya kecerdasan berpikir untuk federasi dan kepentingan sepak bola Indonesia,” ucapnya.

“Sepak bola dan politik memang tak bisa dipisahkan, tapi jangan sampai merusak. Hubungan yang ada harus dijalankan sewajarnya agar memberikan benefit, bukan justru sepak bola hanya untuk kepentingan politik,” katanya.

Lantas, apakah hasil survei tersebut sudah tepat sebagai gambaran mengenai harus seperti apa Ketua Umum PSSI nantinya?

Hasil riset Ganesport Institute soal atribut ideal yang harus dimiliki Ketua Umum PSSI.
Hasil riset Ganesport Institute soal atribut ideal yang harus dimiliki Ketua Umum PSSI. (GANESPORT FOUNDATION)
“Kita melihatnya dari sisi positif bahwa hal ini ditujukan buat membantu menemukan atau memperbaiki sistem sepak bola yang ideal untuk federasi dan sepak bola indonesia,” kata eks gelandang Persija dan PSM Makassar tersebut.

PSSI akan melaksanakan Kongres Luar Biasa (KLB) pada 27 Juli 2019.

Tiga agenda utama KLB adalah revisi statuta PSSI, revisi Kode Pemilihan PSSI, serta memilih anggota baru untuk Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP).

FIFA juga menyarankan Kongres Biasa pada Januari 2020 akan menjadi Kongres Biasa Pemilihan untuk menentukan 15 Exco PSSI yang terdiri atas Ketua Umum dan dua Wakil Ketua Umum, serta 12 anggota.