Stefano Lilipaly Kemungkinan Tinggalkan Bali United Selama September Neraka

Penyerang Timnas Indonesia Stefano Lilipaly, mengaku siap jika dipanggil pelatih Timnas Indonesia senior Simon McMenemy menghadapai partai perdana kualifikasi Piala Dunia 2022 ronde kedua di grup G, 5 September mendatang.

Dia mengaku sangat siap dan akan memberikan segalanya untuk negara.

Lawan yang dihadapi pertama adalah rival abadi negara tetangga Indonesia yakni Malaysia.

Setelah itu 10 September, Garuda Jaya akan berhadapan dengan Thailand.

Indonesia berada bersama raksasa Timur Tengah Uni Emirat Arab (UEA), dan langganan juara Asean yakni Thailand dan Vietnam.

Dua laga ini berlangsung di home Indonesia. Penyerang Timnas Indonesia Stefano Lilipaly, mengaku siap jika dipanggil pelatih Timnas Indonesia senior Simon MCmenemy.

“Campuran grup yang bagus. Semua tim di grup kami bagus. Tapi saya pikir kami akan bisa melawan mereka. Kami akan memberikan segala yang terbaik kami miliki,” tegas Stefano Lilipaly, Sabtu (20/7/2019). Fano mengatakan, semua pemain yang akan membela Timnas akan memberikan yang terbaik. “Kami akan bekerja sama sama secara tim. Saya pikir tidak ada yang tidak mungkin, ” tegas pemain naturalisasi berdarah Belanda ini.

Bulan September 2019, Bali United akan melakoni laga berat.

Empat laga selama bulan september semuanya away. Stefano Lilipaly, akan meninggalkan Bali United sebelum laga laga laga tersebut.

Kemungkinan bukan Stefano Lilipaly saja, ada beberapa pemain Bali United langganan Timnas Indonesia senior, seperti Ricky Fajrin, Irfan Bachdim, dan Ilija Spaso.

Empat laga away Bali United di bulan September yakni away ke markas Persipura Jayapura 1 September 2019, 11 september away ke markas Bhayangkara FC, 17 September away ke markas Persija Jakarta, 22 September away ke markas Persebaya Surabaya.

Meski demikian, Stefano Lilipaly mengaku tetap fokus dengan tim Bali United dan Timnas. Saat ini jadwal Timnas Indonesia telah dekat. Persiapan segara digelar dalam waktu dekat.

“Saya pikir jadwal ini (Timnas Indonesia senior) semakin dekat bagi kami , dan tentu jika saya di sana, saya akan memberikan segalanya untuk negara ini,” tegas Fano.

Fano menambahkan, loyalitas untuk Timnas jangan diragukan lagi.

Karena dari dulu dirinya tetap memberikan segalanya saat memperkuat Timnas Indonesia U-23 dan Timnas Indonesia senior.

“Seperti yang selalu saya lakukan untuk Timnas dan klub yang saya bela. Sudah lama saya bermain untuk Timnas, dan sebagai pemain sepakbola profesional ini adalah pertandingan yang sangat penting untuk karir baru dalam sepakbola,” jelasnya.

Peluang Timnas Indonesia senior di ronde kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 di grup G, tentu tidak mudah. Karena lawannya para juara di Asia Tenggara, Thailand dan Vietnam dan penguasa Timur Tengah, UEA.

Namun Stefano Lilipaly mengatakan semuanya mungkin terjadi. Karena Timnas Indonesia pernah mengalahkan mereka.

“Seperti yang saya bilang, dalam grup ini tidak ada yang tidak mungkin. Kita pernah mengalahkan Thailand sekali, kami pernah mengalahkan Vietnam, jadi seperti yang saya bilang tidak ada yang tidak mungkin,” kata Stefano Lilipaly.

Menurut dia, kesempatan tim tetap ada, dan Timnas butuh pemain dengan performa terbaik dan harus terus lebih baik. Pada akhirnya semuanya pasti mungkin.(*)