Supardi Ajak Rekan Setimnya Lebih Komunikatif Di Lapangan

Kewaspadaan penuh didengungkan oleh Maung Bandung jelang lawatan mereka ke markas PSIS. Itu karena skuat Mahesa Jenar kini sedang on fire setelah menaklukan PSS Sleman 3-1 di laga pekan kesembilan.

Sinyal bahaya dibunyikan pemain Persib karena mereka pun sudah menyaksikan bagaimana tim lawan beraksi. Supardi mengakui dia sudah memahami permainan PSIS yang agresif saat menyerang dan memiliki counter attack mematikan.

“Mungkin kemarin kita semua banyak nonton, Semarang permainan mereka sangat agresif dan mereka sangat cepat ketika transisi itu yang coach ingatkan soal mereka,” ujar Supardi pada awak media ketika diwawancara.

Situasi Persib sendiri sedang kurang baik karena duet pemain bertahan mereka absen. Achmad Jufriyanto dan Bojan Malisic di laga ini harus menepi karena skorsing. Supardi tidak menampik kondisi itu cukup memengaruhi kekuatan timnya.

Namun ini bukan saatnya Persib menyerah dengan keadaan hingga kalah sebelum berperang. Timnya akan tetap berusaha menaklukan PSIS dengan materi yang ada. Justru ini menjadi kesempatan bagi pemain pelapis untuk unjuk gigi.

“Itu yang coach bilang dalam sepakbola itu jarang terjadi dua pemain inti absen. Tapi itu keadaan yang sekarang harus kita siapkan. Siapapun yang mengisi slot itu harus siap membuktikan bahwa kalian bisa,” jelasnya.

Untuk mengatasi hal itu, Supardi meminta seluruh pemain untuk lebih kompak lagi. Dia juga ingin setiap pemain lebih cerewet untuk berkomunikasi ketika berada di lapangan. Karena hal itu bisa menjadi kunci agar tim tetap tampil solid.

“Penting antar pemain dan antar lini terutama di lini belakang harus banyak bicara, saling mengingatkan dan saling menutupi. Karena intinya ketika komunikasi terjalin baik pengaruhnya itu besar,” tuturnya.

“Saya berharap juga sama temen-temen siapapun yang main semua kapten. Semua harus bicara, tidak mesti harus bicata juga tiap saat. Apalagi dengan gemuruh di stadion, siapapun yang dekat bicara. Saya harap seperti itu,” tukasnya.