Krisna Adi Bicara Alasan Gagal Penalti Bersama PS Mojokerto Putra

Mantan pemain PS Mojokerto Putra, Krisna Adi Darma buka suara terkait kontroversi penalti saat babak 8 besar Liga 2 2018. Krisna Adi mengungkapkan melakukan penalti tersebut untuk menjaga nama baik rekan-rekannya.

Pada laga terakhir babak 8 besar Grup A Liga 2 2018, PS Mojokerto Putra meghadapi Aceh United dan Kalteng Putra melawan Semen Padang. Dua laga pamungkas tersebut akan menentukan siapa yang berhak lolos ke babak semifinal.

Pada laga tersebut PS Mojokerto Putra sebenarnya hanya butuh hasil imbang untuk bisa lolos ke semifinal. Pada saat skor 2-3 untuk keunggulan Aceh United, PS Mojokerto Putra mendapatkan penalti.

Krisna Adi yang menjadi eksekutor penalti tampak dengan sengaja menggagalkan penalti tersebut dan Aceh United sukses menang 3-2. Kekalahan PS Mojokerto Putra seakan-akan memberikan jalan kepada Kalteng Putra yang berhasil lolos sebagai peringkat kedua dengan 10 poin.

Krisna Adi sempat menghilang karena kecelakaan dan kini telah pulih. Dikutip dari Jawa Pos, Krisna Adi mengungkapkan proses yang membuat ia menjadi eksekutor penalti.

“Pertama yang ditunjuk adalah Andre Dio yang sekarang main di Persiba Balikpapan, tetapi tidak jadi. Kemudian, Indra Setiawan yang top skor, namun dia ragu,” kata Krisna Adi dikutip dari Jawa Pos.

Krisna Adi juga mengungkapkan alasannya menjadi eksekutor penalti yang gagal tersebut.

“Ya sudah, akhirnya saya maju tanpa disuruh siapa pun. Saya spontan. Niat saya hanya dua, yakni menyelamatkan nama baik Indra dan alasan yang kedua belum bisa saya sebutkan,” kata Krisna Adi.