Liga 3 DIY: Hanya Sleman United yang Raih Poin Penuh

Pekan pertama kompetisi amatir Liga 3 regional DIY sudah berlangsung. Dari delapan tim yang ambil bagian, hanya Sleman United yang meraih kemenangan, sementara enam lainnya bermain seri dan satu tim sisa harus takluk.

Bermain di kandang lawan, Lapangan Gamelan, Berbah, Sleman, Sleman United sukses mencundangi tuan rumah UAD FC dengan skor tipis 0-1. Gol tunggal M Nur Ridwan di menit 33. Hasil ini membawa sang juara bertahan untuk sementara memimpin grup 2 dengan poin sempurna 3. Adapun Persikup Kulonprogo dan Jogja Istimewa Football (JIF) berurutan di tempat kedua dan ketiga dengan poin satu setelah keduanya bermain imbang 1-1 di Lapangan Cangkring, Wates.

Adapun di Grup 1, persaingan lebih ketat lagi karena keempat tim sama-sama meraih satu angka karena dari hasil imbang yang didapat mereka. Seperti PS HW UMY yang bermain dengan skor kacamata dengan Rajawali Gunungkidul di Lapangan UMY, Kasihan, Bantul. Skor tanpa gol juga tersaji di Lapangan Potorono, Bantul saat Tunas Jogja bertemu dengan PS Protaba Bantul.

“Persaingan akan makin sengit, terlebih kompetisi ini berlangsung singkat karena paling tidak bulan depan sudah ada wakil DIY ke putaran nasional,” papar Direktur Kompetisi Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIY Ediyanto.

Kompetisi amatir d DIY memang tengah bergairah. Sempat diterpa kisruh internal kepengurusan Asprov PSSI DIY yang berimbas tak adanya kompetisi Liga 3 DIY musim lalu, secara perlahan organisasi ini mulai bangkit. Diawali Kongres Luar Biasa (KLB) yang berujung pada terpilihnya Ahmad Syauqi Soeratno sebagai Ketua Umum menggantikan posisi ketua sebelumnya Bambang Kuncoro, lalu kompetisi amatir Liga 3 pun digelar.

Yang mengejutkan, sponsor sponsor level nasional pun berhasil digandeng. Sebut saja produsen rokok asal Kediri, minuman suplemen energi, perusahaan ojek online, sampai salah satu perusahaan BUMN di bidang perbankan. “Tak ada tujuan lain selain kami ingin membangkitkan lagi kepercayaan masyarakat ke Asprov yang sempat pudar karena kisruh tahun lalu,” sambung Wakil Ketua Umum Asprov PSSI DIY Wahyudi Kurniawan.

Terpisah, Ketua Umum Asprov PSSI DIY Ahmad Syauqi Soeratno berharap gairah sepak bola DIY kembali bergelora. Bahkan, dia berharap dari lapangan-lapangan desa di Kota Gudeg akan lahir tim yang akan berprestasi di tingkat nasional.

“Ini sebuah langkah besar bahwa di periode lalu kami tak sempat gelar Liga 3. Tapi musim ini dengan persiapan memadai bisa gelar liga ini. Liga 3 itu urutan terbawah dari strata dari kompetisi Indonesia. Yang lolos dari regional masuk ke nasional. Harapannya salah satu dari klub DIY bisa juara nasional dan bisa juara,” sambung Syauqi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*