Mulai Bergulir, Liga 3 DIY Jadi Wadah Unjuk Gigi Pemain Muda

Kompetisi Liga 3 DIY resmi dimulai, pada Jumat (12/07/19). Laga pembuka mempertemukan UAD FC menjamu Sleman United di Lapangan Gamelan, Berbah, Sleman.

Dalam laga yang disaksikan ribuan penonton itu, tim tamu mampu mencuri poin penuh. Gol tunggal adik PSS Sleman tersebut diciptakan Rahmad Dwi Nur Ridwan, menit ke-33.

Direktur Kompetisi Asprov PSSI DIY, Ediyanto, menyebut kompetisi Liga 3 ini menjadi wadah pemain muda potensial di Yogyakarta untuk unjuk gigi. Terlebih, sesuai regulasi para pemain yang memperkuat tim harus berusia U-23 dan ditambah beberapa pemain senior.

“Ini jadi kesempatan bagus bagi pemain muda untuk unjuk kemampuan terbaik mereka. Banyak talent scouting tim-tim dari Liga 2 dan Liga 1 nasional sering memanfaatkan ajang seperti ini untuk mencari pemain muda potensial,” kata Ediyanto disela pembukaan kompetisi.

Sementara Ketua Umum Asprov PSSI DIY, Syauqi Soeratno menegaskan jika Liga 3 ini menjadi ajang persiapan untuk berkompetisi di kasta tertinggi. Dia juga berharap, seluruh tim menampilkan performa terbaiknya, dengan harapan lolos dan berbicara banyak di fase nasional.

“DIY ini komplet, karena ada PSS Sleman di Liga 1, lalu PSIM Yogyakarta di Liga 2, Persiba Bantul yang sudah di fase nasional Liga 3. Untuk kontestan Liga 3 DIY, kami dorong supaya bisa bersaing di fase nasional,” tegas mantan CEO Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) itu.

Sebagai informasi tambahan, Liga 3 DIY musim diikuti delapan tim, yakni Rajawali Gunungkidul, Protaba Bantul, Persikup Kulon Progo, Sleman United, JIF, UAD FC, HW UMY dan Tunas Jogja.

Mereka terbagi dalam dua grup dan akan melaksanakan kompetisi penuh dengan sistem home away, termasuk di babak empat besar.