Nobar Rasa Stadion, 5.000 Bobotoh di Lapangan Gasibu Bergemuruh saat Persib Samakan Skor

SUASANA jalan-jalan Kota Bandung yang biasanya padat hiruk pikuk kendaraan bermotor, Rabu (10/7) sore agak berkurang. Rupanya, yang menjadikan jalanan lengang dan sepi dikarenakan sebagian warga Bandung menyaksikan big match Persib Bandung lawan Persija Jakarta dalam acara nonton bareng (nobar).

Ada berbagai titik nobar, namun terbesar sepertinya di Lapangan Gasibu. Sekitar 5.000 bobotoh di lapangan tersebut sempat pasrah dan terdiam saat Persib tertinggal 0-1 hingga menit ke-90. Hingga tiba-tiba suasana jadi gemuruh saat Artur Gevorkyan menyamakan skor 1-1 pada injury time.
Bobotoh pun langsung berjingkrak. Suka cita berpendar. Salawat mengudara begitu laga bergengsi Persija Jakarta vs Persib Bandung usai dituntaskan. Skor imbang 1-1 ini sangat melegakan bobotoh. Bagaikan berada di stadion, mereka mengangkat syal Persib, bernyanyi, dan meneriakkan yel.

“Teu jadi eleh euy (enggak jadi kalah). Hatur nuhun, Sib (terima kasih Persib). Artur hade lah (Artur hebat). Dia pahlawan Persib di El Clasico ini,” kata Irman, bobotoh fanatik yang hadir bersama lima rekannya dalam nobar yang digagas Polda Jawa Barat bersama kelompok suporter Viking Persib Club (VPC) itu.
Kapolda Jabar, tuan rumah acara nobar bobotoh, Irjen Pol Rudy Sufahriadi pun langsung naik panggung utama. Ia menyapa bobotoh dan meneriakkan “Persib juara” yang disambut teriakan sama dari bobotoh.

“Terima kasih bobotoh. Saya bangga bobotoh tertib menonton acara ini. Saya salut sama kalian yang datang ke acara ini dan tidak memaksakan diri nonton langsung ke Jakarta,” ujar Rudy kepada TopSkor.
Karena bobotoh tertib, Rudy punya rencana menggelar nobar lagi. Khususnya saat Maung Bandung tandang lawan tim besar Liga 1. “Untuk lawan Arema, kami akan upayakan lagi menggelar nobar bersama bobotoh. Ada kemungkinan nobar jadi tradisi di sini. Tapi kita lihat nanti situasinya,” Rudy menambahkan.

Pihak VPC pun bersyukur nobar berjalan lancar. “Alhamdulillah. Persib pun bisa lolos dari kekalahan. Bukti Persib mendengar keinginan bobotoh untuk tidak kalah lagi,” kata Bunda Anna, Ketua Viking Girls yang jadi MC dan pengisi acara.

Selain di Lapangan Gasibu, ada juga titik-titik nobar lainnya. Di Bandung Utara, salah satu kafe sederhana bernama Cafe Posko di kawasan jalan Setiabudi penuh sesak pengunjung yang memang sengaja ingin nobar karena kemeriahaannya meskipun lokasinya tidak terlalu luas. Mantan pemain Persib, Aris Munandar, ikut menyemarakkan nobar ini.

“Nobar kali ini sangat berbeda, mungkin partainya Persib melawan Persija sehingga yang datang pun jauh lebih banyak,” ujar Soleh Sobari tokoh warga sekaligus pemerhati Persib yang menjadikan kafe tersebut jadi langganannya untuk nobar.

Di Bandung Tengah, Cafe Kedai Persib 1933, suasana nobar juga luar biasa. Jumlah kursi yang awalnya hanya disiapkan 100 tempat duduk, ludes di-booking hingga 200 lebih. “Tak ada tempat tersisa di kafe kami. Mungkin juha karena tiket masuk kami hanya Rp 35 ribu plus snack dan soft drink,” ucap Ali, pengelola Kedai Persib 1933.

Di wilayah Bandung Timur, kemeriahan juga terasa di Cafe Sate Taichan. Apalagi di sini nobar dimeriahkan oleh dua legenda Persib, Encas Yonif dan Sujana.