Bali United Didenda Rp200 Juta, Stefano Cugurra Teco Berharap Suporter Lebih Baik

Bali United mendapatkan sanksi berat dari Komisi Disiplin PSSI berupa denda Rp200 juta rupiah karena oknum suporter yang menyalakan flare dalam laga tandang kontra Kalteng Putra pada 26 Juni lalu. Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco, menyayangkan adanya denda tersebut dan berharap suporter Bali United bisa lebih baik dalam memberikan dukungan.

Teco menyayangkan ada oknum suporter yang melanggar aturan sehingga berdampak kepada tim dan manajemen klub. Pelatih asal Brasil itu menilai denda yang dijatuhkan oleh Komdis PSSI jelas merugikan, di mana dana sebesar itu bisa digunakan untuk keperluan lain di dalam tim.

“Pasti sangat disayangkan bila kami harus mendapatkan sanksi berupa denda sampai Rp200 juta. Uang sebesar itu bisa untuk melakukan berbagai hal penting, seperti renovasi stadion hingga memperbaiki lapangan latihan dan lainnya,” ujar Teco seperti dilansir situs resmi Bali United.

Teco berharap agar suporter Bali United bisa belajar untuk tidak memberikan dampak kerugian bagi tim. Jika hal serupa terus terjadi, mantan pelatih Persija Jakarta itu khawatir hukuman bisa semakin besar hingga Bali United harus bermain tanpa penonton.

“Ketika kami mendapatkan sanksi tanpa penonton saat laga kandang, pasti sangat merugikan. Sisi motivasi pemain pasti tidak sebesar ketika ada dukungan langsung dari suporter. Sementara dari sisi bisnis pun merugikan karena tim tidak mendapatkan pemasukan. Semoga ini menjadi yang terakhir dan tidak terulang lagi,” tegasnya.

Keinginan Stefano Cugurra Teco agar para pendukung timnya bisa memberikan dukungan lebih baik tak lepas dari perjuangan tim saat ini. Pelatih asal Brasil itu ingin Bali United terus berada di papan atas, di mana saat ini mereka berada di puncak klasemen Liga 1 2019, dan mempertahankan konsistensi mereka yang belum pernah terkalahkan di Liga 1 2019 hingga saat ini.